Free Widgets

Senin, 14 Januari 2019

Sesuatu yang Tidak Menjadi Milikmu Selamanya Tidak Akan Menjadi Milikmu

Sumber: Unsplash by Na Inho

Apabila dilihat dari judulnya sepertinya tulisan ini ketika dibaca akan sangat menyedihkan,

sebenarnya bukan begitu maksudku kawan,
bukan untuk membuat kalian galau atau diperbudak oleh cinta
sekali lagi,

BUKAN.

"Cinta tidak berhak memperbudak kita, ia hanya berhak untuk memberikan kita kebahagiaan dan pelajaran yang berharga."   (Nikits, 2019)


Aku hanya ingin berbagi pengalamanku yang sangat sederhana, ketika aku sejenak terbuai dalam semburat merah jambu. Kali ini aku mendapatkan sebuah pelajaran yang belum pernah kudapatkan sebelumnya.

Cerita sederhana ini diawali ketika aku berhasil memasuki sebuah perguruan tinggi yang ku impikan. Ya, itulah prodi yang diinginkan kebanyakan orang yang ingin melihat masa depan yang cerah. Kalau kau tebak, dimana? Intinya di situ.

Awalnya aku merasa aneh bisa memasuki prodi ini, orang-orangnya juga aku tidak begitu kenal. Selain itu, masa orientasinya juga sedikit memberikan pelajaran yang tegas. Ya, begitulah tampaknya. Maklum anak baru perlu beradaptasi. (Maba getoh, mana saya tau.. saya kan cuma maba)

Beberapa saat setelah itu dibentuklah grup angkatan. Lucunya aku iseng bertanya, "Di sini siapa yang kpopers?". Untungnya waktu itu ada yang jawab dan aku gak dikacangin, beda banget ya sama sekarang haha (maklum udah lumayan kenal sama semua, maaf jujur banget ya..tapi jujur itu perlu lho).

Tak hanya itu saja percakapan di grup angkatan itu, suatu hari aku tidak tahu ruang kuliahku ada dimana karena banyak sekali gedung di fakultas itu. Kebetulan ada orang yang muncul di grup kelas dan mengatakan bahwa, "Besok kuliah di ruang A.". Begitu melihat balon kata yang muncul aku langsung men-PM orang tersebut dan menanyakan ruang itu ada dimana. Dalam chat itu terbentuklah beberapa percakapan sedehana yang biasa-biasa saja.

Orang itu, sebelum kejadian pengiriman pesan di atas, pernah aku temui pertama kali di sebuah acara perkenalan organisasi universitas, semacam acara perkenlan ekskul yang sekiranya dapat diikuti oleh seorang maba gitu. Ia berjalan bersama teman-teman barunya, sebagian kecil cowok yang salah satunya aku udah kenal (bukan dia ini). Sederhana, namun tidak berarti apa-apa, kita udah kenalan terus salaman (ya ini sebenernya juga biasa aja sih, gak usah bilang cie -_- ,  netijen be like "ya sapa jugak yang mau bilang cie" --> hahah canda ya gais.-.).

Setelah itu, kejadian berlanjut lagi. Suatu hari ia menanyakan sebuah tugas yang diketik melalui suatu aplikasi chat. Lagi-lagi, simpel... ya dijawablah chatnya. Kikuknya aku, malah merembet tanya-tanya yang lain, terus cerita-cerita..gak sadar kok senyum-senyum sendiri ya. Aku sudah membatinnya, "Jangan suka.". Tapi akhirnya aku malah mengingkari kata-kataku sendiri, seperti kemakan janji sendiri. Itulah definisi seorang maba yang belum dewasa, terhanyut euforia masuk universitas yang diimpikan, sampe seneng banget bisa kenal sama cowok. Maklum, dulu SD, SMP, SMA belum ada cowok yang bisa asik diajak chat2an, ya gitulah orang potato. 
But I think i'ts not an ordinary potato, i'ts special potato, like a mash potato (ya ini cuma buat memotivasi diri sendiri aja kok kalau sebenernya mash potato itu spesial dan lebih mahal dari potato biasa -heu mah pie, skip aja kalau dirasa gak penting :v)

Lanjut lagi dalam kejadian lain yang kelihatannya biasa-biasa saja tetapi jika diselimuti semburat merah jambu itu akan terasa berbeda. Suatu ketika (lagi) ia menyenapgram salah satu karyanya. Kubalas snapgramnya itu dengan kata-kata candaan, akhirnya malah ya gitulah ada bagian yang bikin ehem, baper. Padahal ya biasa aja Pak Eko, Bambang, Sodiqin..... (ni sebenernya orang-orang muncul dari mana seh, maklum orang milenial yang buat)

Selama kenal dia ternyata gak se manis itu, ada aja terjalannya. Gak usah diceritain panjang-panjang ya soalnya gue males banget bahas hal ini.

Kejadian pertama terjadi ketika foto bersama teman-teman di suatu tempat,
dia itu malah foto bareng sama temen satu kelompok mosnya.
Gimana Bambang, kecewa gak lu? Ya kecewa sih iya :(

Kejadian kedua terjadi ketika ospek jurusan.
Ya ada aja yang akrab sama dia, pake skhinship segala lagi.
Gimana Pak Eko, cemburu? Kalau Pak Eko bilangnya, iya.

Kejadian ketiga terjadi saat sela-sela lecture.
Saat itu, ia seperti melontarkan candaan kekoplakannya kepada banyak orang atau kalau tidak mengangetkan orang (ini cewek ya)
Gimana Sodiqin, masih kuat? Ya saya masih mencoba bertahan mencari celah.

Kejadian keempat.. di gedung yang banyak kaca ijonya
Asik banget ya balesin chat si "dia" terus chat gue dianggurin :/ :/
Gimana ya, Pak Eko, Mas Bambang, Mas Sodiqin. Kayaknya itu jleb ya.

(Gila ini beruntunnya banyak bener ya..)

Dengan empat kejadian itu, mulailah aku bertanya. Sebenernya aku dianggep gak sih? Rasanya aku ingin menyerah saja. Tetapi move tidak semudah gerak. Gitu deh ya tau lah, bagaimana rasanya telah terjerembab dalam jurang yang dinamakan kebaperan.


Tapi lagi-lagi terkait dengan kata "sesuatu" ada saja hal yang harus membuat kita bersama. Sebenernya udah males sih, tapi kok malesnya jadi ilang lagi ya :/ WAGU.

Suatu event membuat kita harus satu divisi. Seneng? Awalnya sih seneng buat pembalasan ke cewek-cewek itu hehe. Sebenernya di sini ada manis-manisnya juga sih. Malam itu kami disuruh rapat event untuk membahas proker divisi kami di suatu restoran yang rasa makanannya biasa-biasa aja. Dia datang terlambat, kemudian duduk disebelahku. Akhirnya dimulai rapat bla bla bla terus makan. Kebetulan kami mendapatkan bonus berupa botol susu yang sangat besar rasa jeruk kalau gak salah. Rasa penasaran ingin mencoba susu itu membuatku menuangkan susu ke gelas yang kumiliki. Aku merasa tidak keberatan beban saat menuang susu itu, aku hanya berhati-hati. Tiba-tiba sepasang tangan membantuku untuk menuangkan susu itu dari bagian belakang botol. Jadinya megang botolnya berdua gitu (ya itu tangannya dia gaes, gak romantis banget ya..tapi terserah kalian mau anggepnya apa, paling juga biasa aja kan?). Alhasil susunya malah tumplek. HEM. Kejadian ini yang tidak pernah bisa aku lupakan. Kebawa sampe di rumah dan kemudian ibuku berkata, "Kau sepertinya terlihat sangat senang malam ini."

Kemudian sesuatu yang kedua terjadi karena tuntutan tugas, sebenarnya kita tidak satu kelompok tetapi dia mau-mau saja untuk membantuku mengeditkan video (mungkin sebagai rasa profesionalitas).  Awalnya aku mem-PM dia tapi tidak dibalas (udah mulai kacang ya, gak se fast respon dulu, sebel gak seh -maaf ya heheh). Kemudian ku PM lah temannya, seorang cowok yang kebetulan sekelompok denganku untuk menyuruh dia agar membalas pesanku. Sebenarnya aku sudah muak dengan banyak kejadian yang ada dan membingungkan ini. Namun ada saja magnet yang menarik kembali.
Pengeditan video dilakukan dengan awal yang agak lambat, aku harus menunggu dia jumatan, udah gitu hpnya slow respon. Hem. Setelah itu akhirnya tetep ngedit di sebuah tempat yang berbatu. Awalnya dia kayak gak mau kalau kita cuma berdua (mungkin malu ya) lalu ia mencoba memanggil temannya yang ada di sebuah gedung di lantai 5. Kemudian kita berjalan menuju gedung itu berdua tapi gak sebelahan malah depan belakangan :/ ,terus pas mau naik undak-undakan yang agak tinggi aku naik sendiri gak dibantuin, padalah awalnya dia tanya, "Bisa gak naiknya?" (gak guna lu tanya gitu kampret). Karena temanku bearada di lantai 5, berarti apa? Naik lift kan. Nah itu.......cuma berdua (hhhhh biasa wae Bambang!) tapi ngeditnya akhirnya bertiga :"v. Pengeditan selesai karena charger lepi dia ketinggalan di kelas, batere lepi mau abis (koplak bgt gk seh). Tapi ending dari  kejadian ini, kami tetap jalan berdua sembari membicarakan kotak suara pemilu yang dicolong. Bagaimana? Cukup indah atau biasa saja?


Selain kejadian besar itu ada juga memori-memori kecil yang terjadi.

Misal seperti meminjamkan SD Card.. ya teman tidak ada salahnya meminjamkan, tapi pinjemnya malah keterusan buat event laen -_- yaudah males lah minjemin lagi.

Lalu ada juga ketika ia menyapaku dengan kekoplakannya di depan sebuah rumah sakit.

Satu shift praktikum! jadi asik dong praktikumnya :v

Selalu aja duduk di sebelahku pas rapat, kalau gak bisa dateng ya ijinnya ke aku dulu. Ya biasa sih namanya juga TEMEN.

Kemudian chat-chatku yang gak penting dan aku selalu memulainya duluan :"v 
Mulai dari sekadar bales-balesan, bahas kamera, video, proker, sampek kocheng pun dibahas.
(maaf tak chat terus yo wkwk).

Ajaib rasanya aku dapat dengan mudah mengingat semua kejadian baik yang manis maupun asam. Itu karena ada dirimu, kalau gak ada ya udah.

Sepertinya kita telah memasuki akhir dari cerita ini.

Ya, ini berakhir karena sebuah chat yang tidak jelas, menimbulkan tanda tanya, mungkin sebuah kode.
Kau tidak perlu tahu apa, hanya orang-orang tertentu yang tahu.

Kata dalam chat itu membuatku sadar bahwa "Sesuatu yang tidak menjadi milikmu, selamanya tidak akan menjadi milikmu walaupun kau berjuang dengan sekuat tenaga, mencoba bertahan menahan rasa sakit yang ada, atau mencoba mencari tau tingkah lakunya bagaimana." Kalimat ini aku dapatkan dari beberapa media sosial yang sekiranya pas untuk aku dan dia.

Dari sini aku belajar

Janganlah banyak berharap, meskipun kau akrab dengannya.
Jangan terbuai meskipun kau merasa bahagia.
Cobalah keluar dari jurang yang menjebakmu itu.
Kau hanyalah orang biasa yang menjadi pelengkap cerita hidupnya.
Kau bukan siapa-siapa.

Kau adalah kau, dirimu!


Kau berhak bahagia atas dirimu sendiri, bagaimana caranya?
Dengan keluar dari jurang yang telah kau buat sendiri.

Semoga ini dapat berakhir baik dengan kenangan terkahir dariku. Besok kau akan menerimanya. Tunggu aja ya!

Terima kasih telah memberikanku kesempatan untuk merasakan sebuah kebahagiaan kecil, kau memang baik, tapi mungkin aku hanya menerima lapisan kebaikan korneum darimu. Artinya lapisan kebaikan sebagai bentuk profesionalitas. 

Aku tau akhirnya selalu begini, dari tulisan blog ini sejak SMP. Bahkan teman SDku yang dulu kini telah memiliki pacar.

Mungkin dengan memiliki pendamping sementara tau pacar itu enak. Mungkin punya gebetan yang peka dengan kodemu itu enak. Mungkin kalian yang lagi PDKT itu enak.

Tapi tidak seenak diriku yang masih bebas memilih jalan hidup.
Allah pasti punya jalan yang terbaik untukku. Aamiin.

Terakhir, kau boleh bilang dirimu potato, tapi sebenarnya pasti ada suatu sisi spesial yang tidak kau ketahui. Semua punya kelebihan dan kekurangan.

_________________________________________________________________________________


Bagaimana? Apakah kau sedih ketika membaca ini? Jangan sedih, cinta seharusnya tidak memperbudakmu dan membuatmu sedih, ia hanya melatihmu untuk kuat dari pembelajaran yang ada dan pasti ia akan memberikan kebahagiaan yang indah kelak.

NIKITS, 2019



Tidak ada komentar:

Posting Komentar