Free Widgets

Selasa, 16 Desember 2014

Bagaimanakah Rasanya?

Belakangan ini aku mendengar banyak pembicaraan..


suatu pembicaraan.


Aku tak tahu pembicaraan ini bermula dari kapan dan asal mulanya dari mana. Mereka yang melakukan pembicaraan itu mungkin tidak menyadari, bahkan hanya menyepelekan, menertawakan. Seolah mereka menganggap sesuatu yang aneh.


ya,



Bagaimanakah rasanya, menjadi bahan pembicaraan, apalagi pembicaraan itu cenderung merendahkan orang lain?



Pasti kau muak, benci, ingin balas dendam, lapor guru atau yang lain (mungkin yang lebih ekstrim ada. Ada..)



Tapi abaikanlah saja orang-orang seperti itu dan jangan menyimpan dendam pada orang itu. Toh, tidak ada gunanya bagimu, itu justru akan memperpanjang dan merumitkan masalah. Jadikanlah pembicaraan mereka sebagai hal positif. Hal negatif akan selalu menghantui hidupmu. Pada dasarnya manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan, tapi mereka cenderung meremehkan hal tersebut dan menjadikannya sebagai candaan (kekurangan). Aku bingung pada mereka, apakah tidak ada obrolan lain yang lebih bermutu, daripada merendahkan harkat dan martabat orang lain. Ingat hak asasi manusia dong!



Pembicaraan itu terdapat di dunia nyata maupun dunia maya. Ini perubahan sosial yang menggunakan sosial media sebagai sarana ghibah. Sebenarnya tidak baik sih, apalagi buat ghibah. Pasti orang yang dibicarakan tersebut akan sakit hati. Pakai sosial media ya buat hal-hal yang positif lah, kayak cari informasi atau berhubungan dengan individu lain gitu. Masa malah buat ghibah.. Asgtafirullah...



“Dan  janganlah  kamu  mencari-cari  kesalahan  orang  lain,  dan  janganlah sebagian  kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging  saudaranya yang sudah  mati? maka tentulah  kamu  merasa jijik kepadanya.” (Q.S. Al Hujurat : 12)



Ayat ini mengandung larangan berbuat ghibah atau menggunjing. Begitu pula seperti yang telah ditafsirkan pengertiannya oleh Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam., sebagaimana yang terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud bahwa Abu Hurairah r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud dengan ghibah itu?” Rasulullah menjawab, “Kamu menceritakan perihal saudaramu yang tidak disukainya.” Ditanyakan lagi, “Bagaimanakah bila keadaan saudaraku itu sesuai dengan yang aku katakan?” Rasulullah menjawab, “Bila keadaan saudaramu itu sesuai dengan yang kamu katakan, maka itulah ghibah terhadapnya. Bila tidak terdapat apa yang kamu katakan maka kamu telah berdusta.


Seperti yang telah disebutkan pada surah Al-Hujurat ayat 12 bahwa berbuat ghibah merupakan perbutatan tercela, jadi sebaiknya kita menghindari perbuatan tersebut.


Seperti pula yang telah kutakatakan tadi, aku tidak menyimpan dendam pada orang yang melakukan pembicaraan tersebut, tapi saranku setidaknya jangan merendahkan orang lain dan menganggap orang itu sangat memiliki kekurangan. Semua manusia memiliki kekurangan dan kelebihan. 

Sadarlah..



Aku tidak akan melupakan orang-orang yang melakukan pembicaraan ini. Mungkin ini dapat menjadi pembelajaran atau motivasi yang membangun. Aku mendoakan, semoga orang-orang tersebut sadar akan perbuatannya dan meminta maaf, secara ikhlas, bukan main-main.



Bagaimana? Apakah tulisan ini cenderung abstrak? Tidak jelas? Itu terserah anda, para pembaca.



Aku hanya ingin mengutarakan bagiamana rasanya menjadi bahan pembicaraan dan hanya memberi saran dan nasihat. Coba resapi tulisan yang ada di paragraf ini baik-baik... 



Jangan hanya tertawa atau menyepelekan, sadari semua yang telah diperbuat.



Jadi, bagaimanakah rasanya?



Tertanda,





Pemilik Blog.

AOA Like A Cat Lyrics

Mau share lagu yang belakangan ini sering saya dengerin :)
berikut liriknya :)
Like A Cat

Hey no matter where you go
(Geu eodil bwado)
The pretty girls are AOA
You know (i know)
You know (i know)
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Brave sound
Na gateun ae cheom bwatdae
Bon sungan neukkim watdae
Sumanheun saram
Geu sogeseodo yubyeollagedo
Nan bichi natdae
Nal ttara doraganeun gogae
Naro kkwak chabeorin du nune
Mareul geolkka malkka
Mangseorineun moseup neomu gwiyeowo
Haessareun nareul bichuneun
Spotlight light light light
Namani geudae meorissoge
Headline line line line
Kkumeul kkwodo naega boige doel geoya
Gomineun stop it
Dagawa baby come on
Neoege sappunsappun georeoga
Jangmikkocheul kkeokkeoseo
Geudaeege angyeojul geoya
Kkamjjak nollae jul geoya
Sappunsappun georeoga geudaega jamdeureosseul ttae
Salmyeosi anajul geoya kkamjjak nollae jul geoya
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Sappunsappunhi dagagallae
Na oneul bame amudo moreuge
Saegeunsaegeun jami deun geudae
Ipsure salmyeosi na ip matchullae
Neowa naui dalkomhan i bam
I bame kkeuteul kkwak japgo
Geudaeneun namanui neukdae
Naneun geudaeui gwiyeoun goyangi
Haessareun nareul bichuneun
Spotlight light light light
Namani geudae meorissoge
Headline line line line
Kkumeul kkwodo naega boige doel geoya
Gomineun stop it
Dagawa baby come on
Neoege sappunsappun georeoga
Jangmikkocheul kkeokkeoseo
Geudaeege angyeojul geoya
Kkamjjak nollae jul geoya
Sappunsappun georeoga
Geudaega jamdeureosseul ttae
Salmyeosi anajul geoya
Kkamjjak nollae jul geoya
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
We fly high oneul bame
Nal ango deo nopi naragajwo
Gureumi dallimege
Nae soni daheul su itge
Sappunhi naraon
Tteollineun nae mameul arajwo
Oh talk to me oh lead me
Oh kiss me baby oneul bam
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala lalalalalala lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Wahh
Come baby kiss baby
The pretty girls are here
Oh baby come on
Come on over boy
English Translation:
Hey no matter where you go (no matter where you look)
The pretty girls are AOA
You know (I know) You know (I know)
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Brave sound
You say you’ve never seen a girl like me before
That you had a feeling as soon as you saw me
Said that I especially shined even among the many people
Your head turns to look at me, your eyes are filled with me
Seeing you hesitate to talk to me is so cute
The sunlight shines on me like a spotlight light light light
Only I am in your head as a headline line line line
Even when you dream, you’ll see me
Are you worrying? Stop it
Come to me, baby come on
I’ll walk over to you like a cat, picking a rose
I’ll give it to you, I’ll surprise you
I’ll walk over to you like a cat, when you’re asleep
I will softly hug you, I’ll surprise you
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
I want to go to you like a cat, tonight, without anyone knowing
I wanna softly kiss you on your lips when you’re sound asleep
You and I, on this sweet night, let’s hold tight to the night
You’re my wolf, I’m your cute cat
The sunlight shines on me like a spotlight light light light
Only I am in your head as a headline line line line
Even when you dream, you’ll see me
Are you worrying? Stop it
Come to me, baby come on
I’ll walk over to you like a cat, picking a rose
I’ll give it to you, I’ll surprise you
I’ll walk over to you like a cat, when you’re asleep
I will softly hug you, I’ll surprise you
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
We fly high, hug me tonight and fly higher
So I can touch the clouds and the moon
Know how my trembling heart flies so lightly
Oh talk to me Oh lead me
Oh kiss me baby tonight
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Lalalalalala Lalalalalala Lalalalalala
I’m good I’m hot I’m fresh I’m fly
Wahh
Come baby kiss baby
The pretty girls are here
Oh baby come on
Come on over boy
***

Kamera

               


              Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa latin untuk "ruang gelap", mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.

                  Sejarah Kamera berawal dari sebuah alat serupa yang dikenal dengan Kamera Obscura yang merupakan kotak kamera yang belum dilengkapi dengan film untuk menangkap gambar atau bayangan. Pada abad ke 16 Girolamo Carlando melengkapi kamera obscura dengan lensa pada bagian depan kamera obscura tersebut. Meski demikian, bayangan yang dihasilkan ternyata tidak tahan lama, sehingga penemuan Girolamo belum dianggap sebagai dunia fotografi. Pada tahun 1727 Johann Scultze dalam penelitiannya menemukan bahwa garam perak sangat peka terhadap cahaya namun beliau belum menemukan konsep bagaimana langkah untuk meneruskan gagasannya.

                Pada tahun 1826, Joseph Nicepore Niepce mempublikasikan gambar dari bayangan yang dihasilkan kameranya, yang berupa gambaran kabur atap-atap rumah pada sebuah lempengan campuran timah yang dipekakan yang kemudian dikenal sebagai foto pertama. Kemudian, pada tahun 1839, Louis Daguerre mempublikasikan temuannya berupa gambar yang dihasilkan dari bayangan sebuah jalan di Paris pada sebuah pelat tembaga berlapis perak. Daguerre yang mengadakan kongsi pada tahun 1829 dengan Niepce meneruskan program pengembangan kamera, meski Niepce meninggal dunia pada 1833, mengembangkan kamera yang dikenal sebagai kamera daguerreotype yang dianggap praktis dalam dunia fotografi, dimana sebagai imbalan atas temuannya, Pemerintah Perancis memberikan hadiah uang pensiun seumur hidup kepada Daguerre dan keluarga Niepce. Kamera daguerreotype kemudian berkembang menjadi kamera yang dikembangkan sekarang.

Berikut beberapa jenis kamera:


A.     Jenis kamera berdasarkan media penangkap cahaya
Kamera film menggunakan pita seluloid (atau sejenisnya, sesuai perkembangan teknologi). Butiran silver halida yang menempel pada pita ini sangat sensitif terhadap cahaya. Saat proses cuci film, silver halida yang telah terekspos cahaya dengan ukuran yang tepat akan menghitam, sedangkan yang kurang atau sama sekali tidak terekspos akan tanggal dan larut bersama cairan pengembang (developer).

a.      Kamera film
Jenis kamera film yang digunakan adalah dari jenis 35 milimeter, yang menjadi populer karena keserbagunaan dan kecepatannya saat memotret, karena kamera ini berukuran kecil, kompak dan tidak mencolok. Lensa kadang dapat dipertukarkan, dan kamera itu dapat memuat gulungan film untuk 36 singkapan, bahkan kadang lebih.

Jenis film
Pembagian film berdasarkan ukuran:
·         Small format (35mm)
·         Medium format (100-120mm)
·         Large format
Pembagian film berdasarkan jenis bahan dan kesensitifannya:
·         Film hitam putih
·         Film warna
·         Film positif
·         Film negatif
·         Film daylight
·         Film tungsten
·         Film infra merah (sensitif terhadap panas yang dipantulkan permukaan objek)

b.      Kamera polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci cetak film.

c.       Kamera digital
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera digital menggunakan sebuah layar LCD yang terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda. Sebagai media penyimpanan, kamera digital menggunakan internal memory ataupun external memory yang menggunakanmemory card.

B.      Jenis kamera berdasarkan mekanisme kerja

a.      Kamera single lens reflex
Kamera ini memiliki cermin datar dengan singkap 45 derajat di belakang lensa, sehingga apa yang terlihat oleh pemotret dalam jendela pandang adalah juga apa yang akan di tangkap pada film. Umumnya kamera ini digunakan setinggi pinggang ketika dipotretkan.

b.      Kamera instan
Istilah instan adalah dimilikinya mekanisme automatik pada kamera, sehingga berdasar pengukur cahaya (lightmeter atau fotometer), lebar diafragma dan kecepatan pemetik potret secara otomatis telah diatur.

C.      Jenis kamera berdasarkan teknologi viewfinder
Viewfinder memainkan peranan penting dalam penyusunan komposisi fotografi. Fotografer ahli biasanya akan lebih memilih viewfinder dengan kualitas baik dan mampu memberikan gambaran tepat seperti apa yang akan tercetak.

a. Kamera saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum. Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit penyetelan. Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela bidik (viewfinder) dengan lensa.

b.  Kamera TLR
Kelemahan kamera poket diperbaiki oleh kamera TLR. Jendela bidik diberikan lensa yang identik dengan lensa di bawahnya. 

sumber: Wikipedia dengan sedikit perubahan

Jumat, 24 Oktober 2014

Yang Tidak Kau Sadari

Pada pagi hari sang surya telah menyambut warna kehidupan ini.

Awan-awan menambah kelembutan cahaya sang surya.

Mungkin pada detik ini aku masih saja memikirkan hal-hal yang melekat dalam pikiranku. Kau tau apa? Itu adalah suatu pikiran yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tapi mungkin bisa dengan makna kias.



Ya, aku ingat hal-hal itu,



Pada saat-saat yang membuatmu seperti dapat berjalan di atas laut, mungkin bisa dikatakan sesuatu yang ajaib. Kadangkala sesuatu itu terasa bagai melihat uang jatuh dari dalam kandang ayam. Jadi melihat hal yang nyesek, tapi kita gak bisa berbuat apa-apa, kecuali sih ada yang mbukain kandang ayam itu ('ω'). Sejenis perasaan 'nyesek' bahasa anak gaul sekarang.

Aku telah banyak belajar dari pikiran-pikiran itu, sampai ternyata aku mulai menyukai suatu hal dan ternyata hal itu cukup seru. Aku sangat berterima kasih.

Dalam hal-hal yang ku ingat, aku telah melakukan banyak hal, walaupun hal itu sangat kecil dan mungkin tidak kau sadari. Mungkin aku ini hanya angin yang berhembus, yang mungkin hanya diremehkan tapi dapat membuat sejuk.

Ada juga hal-hal yang tidak terjadi secara langsung, terdapat perantara.

Sekarang uang pecahan 200 perak udah dianggep kecil banget nilainya, coba kalau dibagi 2 jadi seratusan, paling-paling dipake buat beli permen,atau apa, pokoknya kecil banget lah nilainya. Ada kenangan dibalik uang 200 perak. Kira-kira seperti itulah hal-hal yang telah aku lakukan, cukup kecil tapi sangat berarti dan tak disadari. Kenangan-kenangan itu dapat menjadi suatu memori yang pastinya tidak mudah terlupakan olehku, tetapi tak tahu juga di sisi lain..

Sekarang ini, hari ini, detik ini juga, mungkin kau masih tak menyadarinya.


Tapi tak apa, kata orang membuat orang tersenyum atau bahagia adalah perbuatan yang sangat baik, meskipun ya itu tadi..sudah ada di judul post ini..


Seperti biasa curhatanku memang abstrak, susah dipahami.



"Whether my eyes are open or closed, I keep looking for you." 



Sekian!



Dari aku yang lagi selo ngetik post ini,





Teruntuk kamu, yang tidak menyadarinya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~



Sabtu, 20 September 2014

Jaringan Internet

Attention! Copas boleh, tapi harap sertakan sumber :) 


1. Pengertian Jaringan Internet

             Jaringan Internet adalah jaringan komputer yang bisa dikategorikan sebagai WAN, menghubungkan berjuta komputer diseluruh dunia, tanpa batas negara, dimana setiap orang yang memiliki komputer dapat bergabung ke dalam jaringan ini hanya dengan melakukan koneksi ke penyedia layanan internet (internet service provider / ISP) seperti Telkom Speedy, atau IndosatNet. Internet dapat diterjemahkan sebagai international networking (jaringan internasional), karena menghubungkan komputer secara internasional, atau sebagai internetworking (jaringan antar jaringan) karena menghubungkan berjuta jaringan diseluruh dunia. Internet berguna untuk kita berkomunikasi dan bertukar informasi, file, data, suara, gambar dan sebagainya antara individu dan manusia di seluruh dunia.

              Jika sistem jaringan internet menggunakan signal atau menggunakan wireless biasanya digunakan untuk berbeda daerah seperti kecamatan dan kota. Biasanya juga untuk mengcover atau menyediakan area wifi yang biasanya berada di cafe atau sekolah.
Pada dasarnya sendiri, sistem jaringan internet di dunia ini diatur oleh beberapa badan. Pada Negara kita sering diatur yang namanya ISP atau  Internet Service Provider. ISP di Indonesia ada banyak yang bertebaran. Contohnya IndosatM2, Wasantaranet, INDONET, RadNet, dan beberapa ISP lain.


2. Macam-macam Jaringan Internet

A. Berdasarkan Jangkauan Geografis

       a) Local Area Network (LAN)
           LAN merupakan jaringan komputer yang mencakup area geografis lokal, seperti rumah, kantor, atau kelompok bangunan yang menggunakan minimal 2 buah komputer masing-masing memiliki kartu jaringan. Perangkat yang digunakan interkoneksi pada LAN, tergolong pada tiga jenis, yaitu Hub, Switch, dan Bridge, walaupun secara kinerja Hub dan Switch dapat dikategorikan pada Bridge.
    
       b) Metropolitan Area Network (MAN)
                 Jaringan yang memiliki cakupan geografis lebih luas dari LAN, jaringn ini terdiri dari beberapa LAN yang saling berhubungan, jaringan ini dapat menjangkau lokasi yang berbeda tempat. Radius yang lebih luas ditentukan media yang mengimplementasikan jaringan komputer dimana dapat digunakan lebih dari satu jenis media. Contohnya, koneksi antar komputer pada satu lingkup perusahaan, seperti koneksi kantor pusat dengan kantor cabang yang masih dalam lingkup satudaerah. Batasan dari Metropolitan Area Network (MAN) terletak pada kendali teknis jaringan komputer (traffic) yang terdiri atas saru kendali teknis (autonomous systems), walaupun terdiri atas banyak network yang saling terkoneksi dalam satu batasan geografis kota.

        c) Wide Area Network (WAN)
                 WAN merupakan sistem jaringan yang menghubungkan antar Autonomous System (AS). Satu Autonomous System dapat terdiri atas satu jaringan atau lebih. WAN mencakup daerah geografis yang luas, memungkinkan komunikasi antara dua perangkat yang terpisah dengan jarak yang sangat jauh, misalnya jaringan pada bidang perBank-an, jual beli online, jaringan penjualan jasa, dll. Jaringan komputer dengan implementasi yang menggabungkan LAN, MAN, dan WAN dapat disebut sebagai WAN. Biasanya WAN lebih rumit dan sangat kompleks bila dibandingkan LAN maupun MAN. Menggunakan banyak sarana untuk menghubungkan antara LAN dan WAN kedalam komunikasi global seperti internet,meski demikian antara LAN, MAN dan WAN tidak banyak berbeda dalam beberapa hal,hanya lingkup areanya saja yang berbeda satu diantara yang lainnya.


B. Berdasarkan Bentuk Jaringan

        a) Toplogi Bus
                 Topologi ini adalah topologi yang awal di gunakan untuk menghubungkan komputer. Dalam topologi ini masing masing komputer akan terhubung ke satu kabel panjang dengan beberapa terminal, dan pada akhir dari kable harus di akhiri dengan satu terminator. Topologi ini sudah sangat jarang digunakan didalam membangun jenis jenis jaringan komputer biasa karena memiliki beberapa kekurangan diantaranya kemungkinan terjadi nya tabrakan aliran data, jika salah satu perangkat putus atau terjadi kerusakan pada satu bagian komputer maka jaringan langsung tidak akan berfungsi sebelum kerusakan tersebut di atasi.

        b) Topologi Star (Bintang)
                 Topologi bintang atau yang lebih sering disebut dengan topologi star. Pada topologi ini kita sudah menggunakan bantuan alat lain untuk mengkoneksikan jaringan komputer. Contoh alat yang di pakai disini adalah hub, switch, dll. Pada gambar jelas terlihat satu hub berfungsi sebagai pusat penghubung komputer-komputer yang saling berhubungan.

        c) Topologi Ring (Cincin)
                  Topologi cincin atau yang sering disebut dengan topologi ring adalah topologi jaringan dimana setiap komputer yang terhubung sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Dengan artian setiap komputer yang terhubung kedalam satu jaringan saling terkoneksi ke dua komputer lainnya sehingga membentuk satu jaringan yang sama dengan bentuk cincin.

       d) Topologi Jala
                 Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).
                 Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).

       e) Tipologi Tree (Pohon)          
               Topologi pohon atau di sebut juga topologi hirarki dan bisa juga disebut topologi bertingkat merupakan topologi yang bisa di gunakan pada jaringan di dalam ruangan kantor yang bertingkat.
Pada gambar bisa kita lihat hubungan antar satu komputer dengan komputer lain merupakan percabangan dengan hirarki yang jelas.sentral pusat atau yang berada pada bagian paling atas merupakan sentral yang aktiv sedangkan sentral yang ada di bawahnya adalah sentral yang pasif.

        f) Topologi Linier
              Topologi runtut (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.


C. Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi/Data

        a) Jaringan Terpusat
          Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server.

       b) Jaringan Terdistribusi
            Jaringan ini merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.


D. Berdasarkan Peranan dan Hubungan Tiap Komputer dalam Memproses Data

       a) Jaringan Client-Sever
              Jaringan Client-Sever yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer sever dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer sever maupaun menjadi computer client diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer sever, sedangakan computer sever menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

         b) Jaringan Peer-to-Peer
                Jaringan Peer-to-Peer yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data.xls dan juga memberi akses file network.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.


E. Berdasarkan Media Transmisi Data

       a) Jaringan Berkabel (Wired Network)
             Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.

       b) Jaringan Nirkabel (WI-FI)
              Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Jumat, 05 September 2014

Bingung

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan. Banyak sekali sampai tak terhitung. Terkadang aku merasa bingung dengan hal yang banyak itu. Kau tak perlu tau apa yang ku bingunkan, karena ini hanyalah sekedar curhat yang abstrak dan kurang jelas. Kurasa tulisan ini akan terasa simple, sederhana, tidak berbelit-belit namun susah dimengerti. Ya, seperti yang sudah kujelaskan tadi.

Bingung

Kata itu belakangan ini ada dalam suatu ruangan yang ada di dalam hati. Hati itu di sebelah kanan perut ya bukan di dada..

Aku binggung terhadap suatu hal...yang sedang ku alami, ya begitulah.

Terkadang pada zamanku sekarang masih banyak hal labil, mungkin hampir dalam hal apa saja. Ada suatu hal yang kadang-kadang membuat bersemangat tetapi di kesempatan lain membuat semangat itu padam, bagaikan air yang menguap membentuk awan kemudian dapat kembali lagi menjadi air, yaitu air hujan. Dapat pergi dan kembali. Ya, itupun kadang sedikit kadang banyak kalau diibaratkan terkadang hujan rintik kandang hujan yang deras.

Nah,







selanjutnya..





sebenarnya..






aku,






menjadi,








tidak tau,







untuk apa yang harus kutuliskan dalam catatan ini..







masih banyak dalam suatu ruangan itu..






hal-hal yang lain,









sampai-sampai aku binggung untuk menuliskannya ke dalam kata-kata.








sekarang aku benar-benar bingggung.





Sekian.




Salam, untuk kalian!





Dan seseorang yang membuatku binggung.






Untuk yang kedua kalinya, sekian dan terimakasih.. ^_^








Rabu, 03 September 2014

Contoh Cerkak

Berikut saya post 3 contoh cerkak, semoga bermanfaat dalam apa saja, khususnya dalam pembelajaran :)

Jangan lupa sertakan sumbernya ya kawan!


Cerkak 1

Parkir
Angkringan dhuweke Paimin pancen rame. Saben-saben sing teka mrana nggawa motor utawa mobil. Tekane padha rombongan. Sing padha nggawa motor apa mobil olehe parkir rapi. Mobil ana sisih lor, ana ing dalan sing mujur ngetan ngulon. Sepeda motor neng sisih kidul ana ing dalan sing mujur ngalor ngidul. Paimin olehe dodolan kuwi ana ing protelon, pojok omah. Ora neng njeron latar. Neng njaban pager pinggir dalan. Sing padha tuku wae olehe lesehan ana ing njeron latar. Sing alus, luwih penak tenimbang lesehan ana ing pinggir dalan. Paimin wis nembung papan sing dienggo lesehan kuwi marang sing nduwe. Latar kuwi wong wis dikonblok, ora sumelang gemrenjel nglungguhi watu. Digelari klasa amba-amba dening Paimin, sapa wae sing tuku oleh milih papan sakarepe, ngendi sing sela.

Dalan sing dienggo dodolan Paimin kuwi dudu dalan aspalan, dalan mlebu kampung. Mung dalan kono kerep dienggo leliwatan mobil lan motor sing nyingkiri lampu abang nang ndalan gedhe. Papane Paimin sing saiki kuwi pancen cedhak karo prapatan. Cedhak karo dalan kutha kang rame. Saking ramene kerep menawa nunggu lampu ijo, urutan paling mburi, menawa tekan ngarep lampune wis abang maneh. Sopir kudu nunggu lampune bali ijo. Sopir sing wis ngerti ana dalan liya sing kena dienggo liwat, yaiku dalan nang ngendi anggone Paimin dodolan iku mau, akhire seneng liwat kono. Sanajan dalan kampung lan urung aspalan nanging dalan kono kuwi mau jembar. Menawa ana sepeda motor sing parkir, isih longgar dienggo leliwatan. Mbuh kuwi sing liwat mobil utawa motor.

Bab dalan sing dienggo parkir mobil, jarang ana kendaraan sing lakune mrana, akeh-akehe lurus, arep metu nang dalan gedhe maneh. Marga liwat kono mung nyingkiri lampu abang. Sing liwat dalan nang ngendi mobil-mobil kuwi mau parkir, paling tanggane Paimin sing arep mulih. Ana omah papat apa lima nang kulan omahe Paimin, dalan kuwi mau banjur buntu ora ana tembuse, menthok neng omah kulon dhewe.

Kawit lagi mapan nganti tekan saiki, Paimin ora tau ngakon-ngakon sing dhuwe kendaraan supaya parkir rapi kaya mangkana. Kabeh kuwi mau dilakoni ngono wae karo sing nduwe kendaraan. Ora merga dikon sapa-sapa, wong Paimin ora duwe tukang parkir, lan ora butuh tukang parkir. Paimin wis ribet ngurusi dodolan, ora sempat ngurusi parkiran.

Ewo semono, lagi rong sasi Paimin bakulan ning kono, dheweke dicedhaki karo wong. Nom-noman sing rada mreman, maksude ndugal neng daerah kono. Dikira dening Paimin pawongan kuwi mau arep pesen wedhang, kon ngeterke nang papane rubuk-rubuk. Jebul ora. Nomnoman kuwi mau komplotane pancen akeh. Wong pitu apa wong sepuluh. Paimin ngerti, wong komplotan kuwi mau olehe rubuk-rubuk ora adoh saka angkringane. Mbuh pada rembugan apa. Saben bengi ana wae sing teka nang papan kono. Paimin ora sapa aruh karo komplotan kuwi mau. Mung menawa disapa wae Paimin mangsuli, wedi menawa mengko gawe rerusuh marang dheweke.

“Mas angkringanmu sing jajan akeh. Tak parkiri ya,” tembunge.
“Wis rapi ngono mas, kae ora ana sing ngrewangi parkir ya kendaraane ndelehe jejer larik-larik kaya wong baris.”

Paimin ora seneng karo pawongan kuwi. Sajak ora duwe suba sita. Sandhangane kusut, rambute gondrong awul-awulan. Malah menwa cedhak banget sajak mambu, kaya-kaya durung adus. Paimin pancen ora seneng papan kono diparkiri. Wong maem sedhelo wae kok motore kudu isih mbayari, mobile kudu mbayari. Sawise maem kok, kon mbayari motor, mbayari mobil, sapa ora anyel. Paimin babar blas ora kepikiran arep pasang parkir nang papane dodolan. Menawa dodolane wis payu wae, dheweke wis matur nuwun, syukur karo sing paring rejeki.

Ngerti omongane ora digubris karo Paimin, wong kuwi mau lunga. Bali menyang papane rubuk-rubuk karo kanca-kancane. Paimin ora nggatekake. Nganti telung dina dheweke ora diganggu maneh. Bareng wis patang dina, Wong loro teka nang angkringane. Ngajak rembugan maneh bab parkiran.

“Menawa diparkiri bisa-bisa sing tuku bubar Mas. Kapok. Wong mangan kuwi padha anyel menawa mangan wae kudu ditambah bayar parkiran,” Wangsulane Paimin nalika ditembungi. “Ora mas, aku ora ngolehi. Wong ya ora tau ana sing kelangan kok, kendaraane dideleh nang kono.” Paimin ora kenek dirembuki.

“Mas, mbok adum rejeki, tak tariki parkir nang kene.”

“ Ora Mas. Ora arep parkir aku. Biyen nalika aku bakulan nang sanding Universitas Negri kae aku dijaluki pajek. Saiki aku nang kene aku ora dijaluki pajek. Wong aku karo tunggu omah kuwi. Nanging, menawa sampeyan ngarep-arep rejeki, ngene wae, sampeyan sakanca tak wenehi cakar siji-siji. Saben-saben sing teka saben bengi tak wenehi, nanging paling akeh aku menehi cakar cacahe mung wong sepuluh, mengko menawa akeh-akeh aku ora bisa kulakan maneh. Menawa gelem, ya kuwi, menawa ora gelem, ya uwis. Aku ora ngolehi papan kene diparkiri. Tak anggep wae kuwi pajek apa sodaqoh. Ngendikane mbahku menawa wong ora tau sodaqoh, rejekine dipangkas peksa. Bisa ngganggo lelara, trus dhuwite enthek kanggo ngobatke, bisa kemalingan, bisa omahe kobongan, apa dhuwite ilang nang ndalan ora karuan,” Paimin isih wangsulan sebab ora gelem papane dodolan diparkiri. Dheweke khuwatir sing padha tuku kapok teka nang angkringane.

Saben bengi Paimin pajek cakar nang komplotan rubuk-rubuk sing diweruhi dipandegani karo si Semprul. Pimpinane diceluk Semprul merga menawa omogan idune nyumprat sempral semprul. Dheweke gelem wae diceluk Semprul. Jare jeneng Semprul kuwi malah sangar. Wangun dienggo meden-medeni. Lan kaya janjine biyen, Paimin olehe menehi cakar miturut jumlah pawongan. Ana wong pitu, diwenehi pitu, ana wong lima, diwenehi lima. Menawa ana wong sewelas, Paimin mung menehi sepuluh. Dadi kudu ana sing ngalah ora keduman.

Pajek cakar kuwi mau dilakoni kira-kira suwene patang sasi. Paimin ora patio rugi tur ora diganggu karo komplotan rubuk-rubuk kuwi mau. Sing mulane Paimin wedi menawa dirusuhi, saiki tenang wae. Komplotan kuwi mau nyatane ora tumindhak kasar. Ora duwe niat ala. Komplotan kuwi isih nduweni patrap kang becik. Padha-padha ngoleke rejeki, ngerteni menawa penghasilane saka angkringan ora akeh-akeh banget. Ora njalari Paimin langsung dadi sugih. Menawa sing rubuk-rubuk ana wong sewelas, Paimin olehe menehi cakar mung sepuluh, ora ana sing protes. Malah kepara menawa kepingin tenan, malah tuku. Ora njaluk kanthi laku kasar. Kadang menawa pesen es teh apa es jeruk, Paimin mengko sing ngeterke, giliran wedhangane wis rampung, gelas-gelase padha diterake dhewe-dhewe. Paimin ora usah njupuki dhewe.

Sawise patang sasi, ujug-ujug si Semprul teka dhewe, moro, nyedhaki Paimin. Biasane ora tau si Semprul kuwi mara. Menawa ana butuh kongkonan karo kancane liya kang manut wae diprentah-prentah karo si Semprul. Neng angkringan, si Semprul njagong. Njupuk rokok lan ngudut. Klepas-klepus meneng wae. Paimin ora nyapa wong lagi ribet ngladeni sing padha jajan. Ana sing njaluk tempene dibakar dhisik, ana sing njaluk tambah es, lan liya-liyane.

“Ndingaren tekan kene Bos Semprul, ” sapane Paimin nalika sing jajan wis keladhenan kabeh.

“Iki segane karo apa Kang?” Semprul ora ngatekake sapane Paimin malah ganti takon. Takon mangkono, sega wungkus kuwi mau langsung wae dibukak ora nunggu semaure Paimin. Paimin ora semaur merga ana maneh sing teka njaluk dibakarke sate usus karo bakwan.

“Kang, mreneo ndhisik tha tak kandhani,” Semprul ngawe marang Paimin.
“Napa tha Bos, kok sajak wigati?
“Kene, aku arep ngomong masalah parkir”

Paimin nyedhak lan Semprul langsung nyerocos karo idune nyumprat-nyumprat. Dheweke menehi kabar menawa saiki sapa wae sing bebakulan nang tlatah kene, sing rame lan ana penghasilan parkir, kudu diparkiri. Kuwi mau wis kebijakan saka pemerintah desa. Ora bisa dieyeli. Kudu diolehi karo sapa wae sing nduweni usaha.Angkringane Paimin uga salah siji usaha sing kudu diparkiri. Sing luwih baku, papan dodolane Paimin lan sekitare dadi wilayahe Semprul. Semprul sing nduweni lan nyekel kuwasa kanggo ngatur parkiran tlatah kana. Paimin malah diduduhi surate barang saka pemerintah setempat.

Ana ing layang kuwi mau, dijlentrehake apa kabeh sing diomongake karo si Semprul marang Paimin. Paimin malah diolehi maca dhewe. Paimin wis ora bisa wangsulan. Kepriye wae bisane mung manut karo manut. Semprul sawise ngomong ngono meneng wae, sajak menawa ngomong apa perlune. Ora let suwe malah ngadek, mbayari olehe mangan langsung arep lungo, ning omongan dhisik, “ Janjane aku seneng dipajeki cakar, Kang, nanging priye maneh. Kebijakane ora kena dilawan. Sesuk kanca-kancaku wiwit parkir nang kene. Sampeyan wis ora usah pajek cakar maneh, sapa wae sing memanganan nang kene kudu mbayar. Menawa ana sing ora mbayar mengko omongna aku.” Banjur Semprul bali maneh rubuk-rubuk karo kancane.

Paimin mung bisa gedhek-gedhek. Sesuk sok sapa wae wong sing ndeleh kendaraan nang papan kono kudu mbayar parkir.


 Cerkak 2 

  

Kerukunane Teletubis

Saben bali sekolah Via, Ria, Deffa, lan Meli mesti janjian dolan sawise nonton film senengane bocah-bocah kuwi, yaiku Teletubis. Yen wis nonton ana ngarep tv, bocah papat kuwi mau ora kelingan ganti klambi utawa maem dhisik.
“Vi, ayo maem dhisik, nonton tvne mengko meneh!”  ibune Via nimbali.
“Emoh bu, mangke mawon tvne ben bubar riyin. Iki lagi asik kok ampun diganggu.”wangsulane Via.
“Lho kok ngono ta, bubar bali sekolah kuwi ya ganti klambi dhisik ta nduk. Mboten pareng ngono kuwi.”
“Mangke nggih buk, pliiis?”

Ibune Via gur bisa geleng-geleng ngerti sikape anak tunggal kuwi. Ora beda ning omahe Ria, dheweke yo ora gelem ganti klambi sik. Bubar ibune menthuk saka kantor, lagi cepet-cepet mlebu kamar njupuk klambi kanggo salin. Ibune Ria memang galak banget yen disawang, nanging yen Ria njaluk apa wae mesti dituruti. Ana Deffa barang, bocah sing siji iki malah luwih seneng maem ana ngarep tv disambi nonton Teletubis, dasare awit cilik seneng mangan lan ngemil. Apa-apa sing ana ning meja mesti entek, ora salah yen dheweke gaweane diceluk “ndut” karo kanca-kancane.
   
Beda karo kanca-kancane mau, Meli luwih seneng ganti klambi dhisik lagi nonton tv. Nanging dheweke ya ora gelem ketinggalan nonton Teletubis, akale pinter yaiku salin ana ngarep tv lan nirukake gayane Po, salah sijine personil Teletubis.
               
 “Nduk, ganti klambine sing bener ta ya?” ngendikane Masne Meli
 “Hehehehe.” Meli mringis.
   
Saben dina bocah-bocah kuwi memang kebiasaan nonton Teletubis, film kesenengane, dheweke memang tangga cedhak ing desa Sukowati. Mangkat lan mulih sekolah mesti bareng, nanging pas ana sekolahe malah koyo ora tau akur. Siji lan sijine golek kanca anyar ning TK Malioboro, sekolahe, amarga bocah-bocah kuwi gampang interaksi karo kanca liyane. Nanging beda karo Meli, dheweke rada isinan lan ora PD dadine dheweke ndempel terus karo Via. Maklum, Meli lagi anyaran amarga pindah saka kutha Sala lan ora duwe kanca nang kene.

 “Via, aku ameh ditumbaske Teletubis Po karo Masku.” Ujare Meli
“Ih apa iya, tumbas neng ngendi Mel? Aku suk ya meh ditumbaske lho.” Sahute Via
“Alah apa iya? Aku meh ditumbaske teletubis Po sing wernane ijo. Larang, piye jal.”
“Ya nek aku wis duwe duwit akeh aku meh tumbas dewe. Teletubis Po kuwi abang Mel, ijo kuwi Dipsy.”
 “Eh apa iya ta? Lha Masku wingi kandane Po sing ijo.”
  “Wah, berarti kowe diapusi Mel. Ora sida tuku nek ngono?”

Pas bali, bocah papat kuwi crita wae tentang Teletubis.

 “Eh, aku meh tumbas Teletubis Lala lho.” Kandhane Deffa.
 “Aku ya arep tumbas sing Dipsy. Barengan yaa karo Deffa,” Ria nambahi.
 “Ayo aku melu, arep tumbas ning ngendi?” ujare Via.
 “Aku meh tumbas ning Jakarta, Meli melu ora?” sahute Ria.
 “Lha aku meh ditumbaske Masku.” Jawabne Meli.

Bubar adu crewet ana dalan, ora krasa wis ana ing omahe dhewe-dhewe. Kebiasaan sing durung bisa dirubah metu maneh, mbandel. Bubar nonton teletubis, bocah papat kuwi menyang omahe Deffa kanggo dolanan kemah-kemahan. Kabeh wong gawa payung lan slendang siji-siji, payung kuwi mengko dimegarke lan dirangkep dadi siji ben bisa mbunder. Banjur wis ketok mbunder, lagi dipasangi slendang-slendang sing digawa mau nganti ana njero payung kuwi peteng. Nanging isih ana celah kanggo dalan mlebu kemah kuwi. Ana njero crewete tentang Teletubis metu meneh, mesti ana wae sing ameh dicritakake. Nangging pas kuwi, Meli wis ditukokake boneka Teletubis sing dikarepake saka mbiyen. Kancane kabeh meri lan kepingin tuku boneka Teletubis.

“Eh ngene wae, kan Meli wis tumbas sing Po to? Mengko ben orakembar, beda-beda ya?” kandhane Deffa.
“Iya, sakjane aku ya kepingin sing Po kuwi to?” jawabe Via.
“Kowe aja sing Po Vi, kan kowe dhuwur ta dadine Tinkywinky wae ya Def ya?” kandhane Ria
 “Ya.” Defa nyauri
“Lha terus kowe sing opo, yen ak tumbas Tinkywinky?” takone Via marang Deffa lan Ria.
“Aku tumbas sing Lala wae, kan aku podho Lala. Kowe tumbas sing Dipsi wae ya Ria!” jawabne Deffa.
“Ya, aku setuju kuwi!” saute Ria

Bocah papat iku wis setuju karo boneka opo sing arep di tumbas. Beda dina, bocah papat iku wis duwe boneka sing dikarepake dewe-dewe. Bocah-bocah iku dolanan bareng-bareng saben dina, nanging Ria, Meli, lan Via anyel karo Deffa amarga saben dolanan Teletubis mesti Deffa ngatur lan nyilih boneka teletubise kanca-kancane nganti apa sing dikarepake Deffa. Akhire ning sekolah Deffa dianyeli karo bocah-bocah iku. Deffa ora diejak dolanan lan maem bareng kaya biasane.

“Huhuhuhu huhu, Ibu Deffa mboten gadah kanca wonten sekolah, Deffa mboten diajak maem bareng kalih kanca-kanca. Hu huhuhuhu hu” lapore Deffa merang ibue karo nangis.
“Aduh, anake Ibu sing paling cantik, manis, paling ndut dewe, ampun nangis sayang, mangke ibu nderek nangis lo, empun-empun. Mesti sesuk anake ibu kancane pun kathah malih, pun ya sayang, ampun nangis malih, mangkih ndak di dukani Allah lo!” ujare Ibune Deffa.

Deffa dolan menyang plataran omahe Ria sing biasa dikanggo dolanan bareng-bareng. Nanging sak tekane ning kono Deffa ora di gagas kancane meneh. Ning kono bocah-bocah pada kerah nganti teka Budhe Fatimah sing nduwe warung ning cedhak kana lan ngandani bocah-bocah iku.

“Anak-anak di critani Budhe purun mboten?” pitakone Budhe Fatimah
“Nggih Budhe,”  jawabe anak-anak
“Ngene critane, teletubis iku kan acara kartun sing pada tok senengi kuwi to, lha teletubis kuwi ora tau nesu karo kanca-kancane, deweke mesti rukun lan bisa mudeng karepe kancane liya lan bisa ngerteni sikap utawa watake kancane. Teletubis ya pada tetulungan yen ana sing lara utawa butuh pertolongan.” panjelase Budhe Fatimah.
“Conthonipun niku pripun Budhe?” pitakone Via
“Ngene ya nduk, pernah to Lala kelangan bal, lha pas iku Tinkywinky, Dipsi, karo Po pada nulungi Lala. Terus pas Dipsi lali ndeleh topi, Tinkywinky lali sing ndeleh tas lan po sing skutere mlaku dewe nganti adoh. Pas salah sijine kelangan utawa ana kesusahan mesti kanca liyane nulungi lan nggawe seneng apa meneh pas dipsi nesu karo kanca-kancane. Anak-anak pada kelingan ora karo kejadian iku?” ujare Budhe Fatimah
“Nggih Budhe, pas iku Dipsi nesu karo kanca-kancane amarga nelasake roti lan nggawe topine Dipsi reget.” Jawabne Meli
“Nggih bener Budhe, pas iku kanca-kancane Dipsi nyuwun ngapura kalih Dipsi lan nggaweake Dipsi roti. Tapi bude, pas niku Dipsi salah amarga keasikan dolanan lan mboten nderek damel roti bareng-bareng!”sauté Ria
“Terus walaupun ngono piye sikape kancane?”
“Nggih maklum ta bude, namine lagi dolanan, saben tiyang kan saget salah.”
“Lha ya pada ngerti ta, terus saiki piye sikape?”

Krungu penjelase budhe Fatimah anak-anak pada bali rukun maneh amarga ngrasa isin, mosok teletubis wae bisa rukun nanging bocah-bocah ora bisa rukun. Saka kedadean kuwi anak-anak sinau yen kabeh wong sing salah lan kudu pangapunten yen ana sing salah. Anak-anak sinau yen meksaake kehendak iku ora apik lan nggawe anyel wong sing ana ing sekitare kana.



Kapetik Saka http://ldgn-gilam.blogspot.com/2012/11/contoh-cerpen-dalam-bahasa-jawa-cerkak.html

Cerkak 3


Miko
Karya: Erlin Kartikasari

Aku nduwe kanca jenenge Miko. Miko umure udakara 14 taun padha karo umurku. Dedege gedhe dhuwur, praupane ireng manis memper selebritis. Miko putrane wong nduwe, mula saben dina mesthi diter lan dipapag rodha papat, beda karo aku sing budhal lan mulih mancal onthel.
Miko iku putrane wong nduwe, Bapake anggota DPR ing kutha kene dene ibune pegawe ing Dhinas Pendhidhikan dadi ing bab kebutuhan apa wae mesthi kacukupi. Beda karo aku sing mung anake wong tani, najan bapak lan ibuku tani nanging aku ora tau rumangsa minder. Gusti Allah iku adhil, aku diparingi kapinteran mula saben taun aku mesthi bisa juwara siji ing kelas. Bab kasebut iku sing njalari rakete kekancananku karo Miko, meh saben dina Miko sinau kelompok ing omahku, amarga dheweke ora tau ana kancane menawa sinau ing omah, Bapak lan ibune kondur sore tur ya wis kesel, dadi Miko ora tega yen arep ngganggu istirahate bapak lan ibune.
Esuk iki daksawang-sawang Miko katon sumringah banget, mudhun saka rodha papat mlakune sajak lunjak-lunjak.

“Geneya kancaku siji iki sajak seneng banget?” gunemku ing njero batin.

Ngerti aku sajak mesam-mesem nyawang dheweke, Miko banjur marani aku lan ngetokake Hp saka njero tas.
“To, delengen wingi aku dipundhutake bapak BB, seneng banget atiku.” Kandhane Miko karo nudhuhake Hpne.
“BB kuwi apa ta?” Kandhaku sajak ora ngerti.
“Pancen ndesa tenan awakmu ki To. BB iku blackberry. Hp sing apik dhewe, sing bisa kanggo BBM-an, Blackberry Messenger.” Jlentrehe Miko karo pethitha-pethithi.



Pancen ora nggumunake yen Miko ngerti samubarang prodhuk elektronik sing lagi trend jaman saiki, apa wae sing dijaluk dheweke mesthi bakal dipundhutake Bapake. Bab Hp sakjane ngono aku ya nduwe nanging Hp biasa, sing mung bisa kanggo nelpon lan sms, iku wae ora tau dakgawa menyang sekolahan mundhak ora konsentrasi anggonku sinau.
Theeeetttt… theeeet… theeeet swara bel muni kaping telu iku ateges mlebu jam pelajaran kapisan, siswa-siswa kudu age mlebu kelase dhewe-dhewe.

“Miko Hpmu ndang dititipake guru BK, banjur gage mlebu kelas!” piwelingku marang Miko, amarga sekolah wis menehi larangan marang para siswa menawa ora oleh nggawa Hp menyang sekolahan. Menawa kapeksa nggawa Hp kudu nduwe alasan sing kuat lan kudu dititipake marang guru BK. Menawa ana siswa sing ora naati tata tertib kasebut bisa kena sanksi.
“Ora prelu dititipake marang guru BK, aku isih seneng kok Hpku anyar mengko dakajari BBM-an awakmu.” Ujare Miko.
“Mengko yen konangan Pak guru bisa kena sanksi hlo, bisa-bisa Hp mu ora dibalekake tur wong tuamu ditimbali neng sekolahan.” Kandhaku rada seru.
“Tenang wae Hpku dakdelikake neng njero sepatu kok, Pak guru ora bakal ngerti!” Saurane Miko tanpa nggatekake pituturku.

Pelajaran jam kapisan, pelajaran Basa Jawa pelajaran kang paling daksenengi gurune ngganteng, sabar, lan gampang dimangerteni menawa nerangake. Sawise ndonga bebarengan pak guru ngelingake maneh sapa wae kang nggawa Hp supaya gage dititipake ing guru BK. Setengah jam pelajaran Basa Jawa wis mlaku dumadakan ana swara lagu Sik asik sik asik dekat denganmu, Sik asik sik asik kenal dirimu lagune Ayu Tingting sing lagi hit saiki. Pak guru enggal nggoleki suara lagu iku sumbere saka ngendi. Miko sing rumangsa salah meneng wae. Dheweke lagi kelingan yen Hpne mau durung disilent. Pungkasane Pak guru ngerti yen swara iku sumbere saka Hp ing njero sepatune Miko.

“Miko mulih sekolah nemoni Pak guru ing ruang BK.” Pangendikanipun Pak guru kanthi seru. Miko mung manut lan pasrah.
“Wis dakkandhani bola-bali ora kogatekake saiki yen wis kenek ukuman awakmu lagi sadhar.” Kandhaku lirih.



Theeeeettt… theeeeet… theeeeet… theeeeet swara bel kaping papat pratandha yen pelajaran wis rampung. Miko age-age ngringkesi buku-bukune. Mulih sekolah Miko nemoni Pak guru, Miko nangis sesenggukkan, ngaku salah, lan janji marang Pak guru ora bakal mbaleni maneh. Dina iki akeh banget pelajaran-pelajaran sing bisa dadi patuladhan. Miko wedi menawa solah bawane iki bisa mirangake bapak lan ibune amarga kekarone minangka pawongan kang disungkani ing kutha kene. Sawise janji marang Pak guru Hp-ne Miko dibalekake nanging ora kena digawa menyang sekolahan maneh.
Esuk iki kaya biasane Miko mesthi diterake rodha papat nanging cahyane ora sumringah kaya wingi uni. Batinku iki mesthi amarga perkara Hp wingi.

“Mik, mbesengut wae, mbok mesem. ” kandhaku karo njawil lengene Miko.
Miko mung meneng wae karo mesem kecut.
“Mik, endi BB-mu aku ajari BBM-an?” pitakonanku semu ngece Miko.
“Aku ora nggawa Hp To, aku bakal dadi bocah sing manut, sing ora nerak tata tertib sekolah. Aku wedi yen solah bawaku, tindak tandukku gawe wirange wong tuwaku.” Kandhane Miko.

Pancen wangsulan sing kaya mangkene iki sing dakkarepake saka Miko. Saiki Miko wis ora pethitha-pethithi maneh. Najan dheweke anake wong nduwe nanging ora sombong, ora mamerake kasugihane. Najan aku anake wong ora nduwe nanging dheweke gelem kekancanan raket karo aku. Muga-muga kekancananku lan Miko bisa langgeng selawase. Amin.