Free Widgets

Rabu, 27 Mei 2015

Sebuah Cerita.. (2)

Pict pembuka. Salam dari Tamako! (From Tamako Market Anime)

Kelanjutan kisah tokoh aku yang bersekolah di suatu sekolah di sudut kota.

Sang mentari masih menyapaku dengan sengatannya di kala siang bolong. Bel tanda pulang sekolah mengisi telingaku dengan suara khas  yang sering aku dengar. Ya, itu semua pertanda pulang sekolah. Semua murid keluar berhamburan dengan perasaan senang, termasuk juga diriku. Namun, perjalanan belajarku belum selesai, aku masih harus mengikuti khursus. Namanya juga masa kelas 3 Sekolah Menegah Pertama, super sibuk! Jika diibaratkan seperti artis yang bolak-balik manggung sana-sini :v.

Inilah aku, siswa kelas 3 SMP di sebuah sekolah yang berada di sudut kota. Pada masa kontrak belajarku yang tinggal setahun ini aku akan berjuang dan dihadapkan dengan tantangan2 try out, ujian, TPM, dan lain-lain yang senada dengan ujian. Tak kusangka masa2 di SMP ini begitu cepat, perpisahanpun akan segera menjemput kami semua (murid angkatanku). Aku juga sempat cemburu kepada adik kelas karena mereka banyak libur ketika kami ujian, tetapi pada kenyataannya kelas 3 lebih banyak libur setelah ujian, jadi intinya kami harus berjuang dulu (harus dong :v !).

Sebenarnya sekarang aku sudah selesai ujian dan berjuang, tinggal menunggu hasil. Doakan saja usahaku ini benar2 membuahkan hasil yang baik untuk membahagiakan orang tua dan para guru di sekolahku yang sudah berjasa dalam mengajariku selama 3 tahun ini. Selama berjuang ada sebuah cerita yang patut kau baca. Kuketik cerita ini untuk mengisi kebosananku dalam libur yang panjang. Mari kita mulai kisahnya!


***

Nanti sore aku akan menuju ke suatu tempat khursus pelajaran untuk Ujian Nasional, letaknya tidak begitu jauh dari rumahku, jika diandingkan dengan tempat yang lain. Akupun sudah terbiasa di sana karena aku mengikuti khursus itu sejak kelas 1 SMP. Dahulu tempat khursus itu memang masih sangat sepi untuk anak kelas 1&2 SMP (bisa dibilang hanya terisi beberapa anak saja), tetapi aku yakin akan sangat ramai saat kelas 9 ini, dikarenakan tempat ini konon dapat membantu murid2nya untuk meningkatkan nilai pada Ujian Nasional.

Akupun berangkat menuju tempat yang begitu familiar bagiku itu. Sekitar pukul 15.00 WIB aku berangkat diantar oleh ayahku. Aku berpikir mungkin khursus nanti belum begitu ramai karena ini masih awal2 kelas 3. Setelah aku berpikir, tiba2 aku telah sampai di sebuah jalan kecil yang hanya dapat dilewati satu mobil. Antara mobil satu dengan yang lain harus bergantian untuk melewati jalan ini jika berpapasan. Sampainya aku di jalan ini mempertandakan aku akan segera sampai menuju tempat khursus.

Sesampainya disana, ternyata dugaanku benar. Suasana yang tidak begitu ramai bertemu denganku. Hari kamis ini aku akan khursus pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Akupun melepas sepatu sebelum memasuki tempat khursus ini, karena diharuskan untuk melepas sepatu. Mungkin itu diharuskan karena dengan melepas sepatu akan mengurangi masuknya kotoran di tempat khursus itu. Setelah melepas sepatu kumasuki sebuah ruangan yang berada di lantau bawah (tempat les ini mempunyai dua lantai di atas dan di bawah).

Khursus Matematikapun usai kemudian berganti dengan Bahasa Indonesia. Pukul 17.00 sesi kedua akan segera dimulai dan aku memasuki sebuah ruangan yang tidak begitu besar, cukup untuk sekitar 20 murid. Ada 2 orang murid laki2 yang sebaya denganku, tetapi aku tidak mengenal mereka, kemudian secara tiba2 seorang murid laki2 masuk menuju ruangan yang sama aku tempati. Entah kenapa ada sesuatu dari dalam dirinya yang membuatku menjadi memperhatikannya.

Sepertinya dia seseorang yang cukup menarik. Ia tidak satu sekolah denganku dan sepertinya aku akan mencari tahu informasi yang tentang dirinya. Kulihat daftar absen untuk mengetahui namanya setelah ia menulis. Akhirnya aku mengetahui siapa nama dirinya dan ternyata ia anak SMP sebelah. Ia satu SMP dengan salah satu sahabat dari SD-ku.

Dalam khursus Bahasa Indonesia ini, seperti biasa kami mengerjakan soal kemudian akan dibahas oleh seorang guru. Pada pertengahan waktu berjalan sebenarnya kami sudah selesai mengerjakan soal, tetapi soal yang sudah kami kerjakan belum juga kunjung dibahas. Melihat waktu yang semakin sore kami semua kemudian izin untuk Sholat Ashar.

Setelah kami selesai Sholat Ashar, soalpun dibahas dan sesi kedua telah selesai. Akupun bergegas pulang karena takut tidak sempat Sholat Mahgrib. Kau tahu? Aku masih memikirkan dia yang dari SMP sebelah, ia membuatku penasaran tentang dirinya.

Seperti kebiasaanku pada umumnya jika penasaran dengan seseorang, kumulailah kegiatan itu, melihat-lihat sosial medianya. Pertama ku coba cari dengan kata kunci namanya di facebook dan YES! akhirnya ketemu! Tanpa ragu aku langsung men-klik tombol "Tambahkan Teman". Beberapa hari setelah men- add facebooknya betapa terkejutnya aku mendapatkan confrim darinya. Merasa senang dengan confrimnya akupun dalam hati berkata "YES" untuk yang kedua kalinya. Tak lama setelah itu notif instgramku mengisyaratkan bahwa "your facebook friend .... is on instagram as.....". Kemudian langsung saja ku follow akun instagramnya dan betapa tambah terkejut+senang dia langsung men follbackku.

Ternyata pertemuanku dengan si murid SMP sebelah tidak hanya berhenti di situ. Tak kusangka kami bertemu kembali di tempat khursus yang berbeda dengan jam yang sama. Tempat khursus itu adalah tempat khursus yang sudah aku ceritakan kemarin. Pada hari berikutnya aku akan menghabiskan sebagian waktuku di tempat khursus yang tidak jauh dari rumahku itu lagi dan ternyata kami bertemu lagi pada sesi pelajaran Matematika. Betapa senangnya diriku, diberikan banyak kesempatan untuk bertemu dirinya walaupun tidak satu sekolah.

Salah satu pengalaman yang merupakan kebetulan atau bisa dibilang merupakan suatu keajaiban terjadi. Pada saat itu hari Selasa sore pukul 17.00 kebetulan aku belum melihat dirinya (si anak SMP sebelah) itu memasuki ruangan khursus. Kursi yang ada disebelahku masih kosong, dan penatianku terhenti ketika ia datang. Aku sangat berharap ia duduk di sebelahku dan alhamdulliah kebetulan itu terjadi. Dalam hatiku aku merasa sangat senang atas kebetulan ini, tetapi aku tak mengajaknya bicara, ya kau tahu kan aku ini seperti apa.

Setelah kejadian itu aku menceritakannya pada sahabat SD-ku dan salah satu sahabat SMP-ku. Ini termasuk kebiasaanku juga kalau ada suatu kejadian langsung curhat. Salah satu tanggapan yang muncul adalah "Wah, kok bisa?" akupun membalas "Aku tidak tahu, namanya juga kebetulan.". Lebih mencenangkan lagi, aku ingat peristiwa duduk disebelahnya terulang sebanyak 2 kali pada kesempatan yang berbeda. Bisa kau bayangkan betapa senangnya diriku.

Ada kejadian lain yang cukup berkesan bagiku. Saat itu sepulang dari khursus aku menunggu jemputan diluar, tepatnya aku menunggu di sebuah tangga. Tangga itu merupakan salah satu jalan keluar para siswa yang akan pulang. Entah kebetulan apalagi, hanya kami berdua yang menunggu jemputan di luar. Ketika aku menunggu, tiba2 dia datang menunggu jemputan juga, dia berdiri tidak begitu jauh dariku. Beberapa saat kemudian dia masuk lagi, entah dia kemana kemudian dia keluar lagi. Aku berpikir dia merasa malu atau tidak enak mengunggu hanya berduaan saja (eakk).

Beberapa menit kami menunggu, kurasa waktunya sudah berjalan cukup lama. Tiba2 ia turun dari tangga, aku kira ia sudah dijemput. Tak kulihat lagi batang hidungnya dari tangga tempat aku menunggu. Setelah menerima SMS "Keluar ya" akupun langsung turun tangga menuju pinggir jalan. Kau tahu apa yang kulihat saat aku sudah di pinggir jalan? Ternyata dia menunggu jemputan di situ. Ternyata dia belum pulang. Hal ini semakin meyakinkanku bahwa pikiranku ada benarnya juga berdasarkan bukti ini :3.

Selain beberapa kejadian di atas yang membuatku senang, ada hal lain. Yaitu saat kulihat nilai pengumuman try out Bahasa Inggris beberapa hari yang lalu. Saat kulihat aku heran, kita mendapatkan nilai yang sama dan pastinya nilai itupun bagus. Alhamdullilah juga rankingnya bagus (bukan sombong lho ya), aku ada peningkatan. Padahal sesi khursus kami pada saat try out berbeda, aku benar2 tidak tahu. Aku yakin ini pasti karena usaha dan niat kami untuk meraih nilai yang baik dan akan mencapai puncaknya pada hasil UN nanti (aminnn).

Inilah beberapa peristiwa yang ku ceritakan ketika menjalani khursus dan aku bertemu dengan dirinya. Kurasa dia orang yang baik, alim, dan pastinya cocok untuk dijadikan sahabat. Aku yakin ia mengenalku, karena dia langsung men-confrim dan men-follbackku seperti yang sudah kuceritakan tadi. Tapi tidak tahu juga sih. Oh iya, dia juga pernah menjadi imam saat kami (murid2 khursus) sholat Ashar berjamaah.


***


Hari terus berlalu dan tibalah saat hari ini, dimana aku bertemu hari libur panjang dan akhirnya kuketik serangkaian peristiwa ini. Kebetulan memang datang tiba2 menyapa kita, kita bertemu meskipun hanya sebentar pada saat waktu itu. Aku sangat bersyukur dapat diberikan banyak kesempatan untuk bertemu dirimu.

Kuharap suatu saat nanti kita dapat bertemu pada kesempatan yang lain dan melalui sebuah kebetulan lagi mungkin(?). Mungkin kita berbeda sekolah dan hanya dapat bertemu dalam waktu yang singkat dalam kebetulan itu. Tetapi aku yakin kita dapat berjuang bersama-sama walaupun ada jarak dan waktu yang memisahkan.




Terimakasih atas kebaikanmu men-add dan me-follbackku.

Kuucapkan tetap semangat dan sukses bersama selalu! :)



Mungkin kau tidak pernah berpikir aku akan mengetik sepanjang ini :v huft lelah juga jariku.


~<END>~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


030926 Salam Sukses!

Senin, 25 Mei 2015

Sebuah Cerita.. (1)

Hanya sekedar gambar pembuka saja, dari Tamako Love Story Anime :)


Sebuah cerita tentang tokoh "Aku" yang bersekolah di sebuah sekolah di sudut kota.


          Masih kuingat pada saat itu. Sang raja siang sudah kembali menuju tempat peristirahatannya dan saat itu berangkatlah diriku menuju suatu tempat dengan 1 tangga sempit yang menghubungkan lantai di bawah dengan lantai atasnya. Terdapat beberapa ruangan di lantai atas yang berfungsi sebagai tempat untuk menambah ilmu, lebih tepatnya adalah tempat untuk khursus. Mulai hari ini aku akan menghabiskan sebagian waktuku di sana, demi berjuang untuk menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama yang nantinya dengan perjuangan itu dapat membuahkan hasil yang baik dan membahagiakan orang tuaku saat lulus dari pendidikan yang sedang kutempuh (amin :3). Memang, rasa malas terus menghalangiku untuk menghabiskan waktu di tempat itu, selain membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk ke sana aku merasa tidak terdapat semagat yang berkobar dari dalam diriku. Jadi, aku "terpaksa", tetapi semua itu berubah setelah sesuatu terjadi melalui mungkin sebuah kebetulan yang berjalan seiring waktu.


***

         Sudah setahun kujalani pendidikan Sekolah Menengah Pertama di sebuah sekolah di sudut kota dan itu artinya aku akan segera naik kelas. Seiring naik kelas jam belajarku akan bertambah, sebelumnya aku sudah menjalani khursus di tempat yang tidak begitu jauh dari rumahku dan sekarang bertambah di suatu tempat yang jauh dan itu dapat dikatakan 'sangat'. Mendengar berita khursusku akan bertambah, aku tak yakin dengan suasana dan apa yang akan terjadi kedepannya ditambah lagi tempat itu sangat jauh.

        Sekarang, lebih parahnya lagi aku akan menghabiskan waktu di sana, belajar dan mendengarkan penjelasan tentang pelajaran. Kesan pertama yang muncul dari tempat ini adalah sempit dan sepi dipadu dengan suasana malam (sebenarnya habis Mahgrib). Aku merasa tidak enak jika melakukan aktivitas di luar sehabis Maghrib, ya setidaknya ini akan berlangsung sampai aku lulus (hah?) dan akan mengisi pengalamanku 2 tahun kedepan.

       Kulihat ada beberapa anak, sekitar kurang dari 10 orang yang senasib denganku dan pastinya satu angkatan. Aku terpaku pada seorang anak laki2, seolah aku mengenalnya tetapi ia lebih mirip adik kelasku. Aku mencoba menerka apakah dia adik kelas atau teman kelas lain, tetapi kalau misal adik kelas itu pastilah tidak mungkin. Sejak di kelas 1 aku hanya mengenal teman sekelasku saja, kalau kelas lain mungkin itu hanya kelas sebelah. Saat naik kelas 2, kelasnnya diacak dan aku mendapatkan teman2 baru campuran dari kelas lain.

       Kucermati lagi dirinya, penampilan yang cukup familiar dengan jaket berwarna biru yang menutupi kaosnya, celana jeans yang juga berwarna biru, tas abu2 yang terdapat seperti bercak putih dan dia berkacamata. Siapa dia? Rasa penasaran masih terus memenuhi pikiranku. Beberapa saat setelah rasa penasaranku khursuspun dimulai, kurasa lama-kelamaan aku akan terbiasa di sini. Permulaan yang cukup sederhana, kami diberikan soal yang harus dikerjakan kemudian dibahas. Menit berganti menjadi jam, pertanda khursus sudah selesai, aku tak berbicara pada orang yang membuatku penasaran. Jujur sebenarnya aku bukanlah orang yang ingin mengajak bicara terlebih dahulu.

       Waktu terus berjalan, tak terasa sudah beberapa kali aku khursus di tempat itu dan kau tahu? Aku sekarang sudah tau siapa dia. Dia adalah anak kelas sebelah, lebih tepatnya dua sebelah kelasku yaitu kelas urutan yang pertama. Entah kenapa aku baru melihatnya saat kelas 2 ini, berarti saat kelas 1 aku terlalu ketinggalan zaman (hahaq :v). Lebih anehnya lagi aku menjadi lebih senang saat melihat dirinya muncul disekolah, seolah muncul semburan semangat untuk bersekolah. Suatu dorongan membuat diriku untuk mencari informasi lebih rinci tentang dirinya, mulai dari men- stalk facebook, twitter, dan instagram miliknya. Aku juga bertanya kepada salah satu sahabatku yang tidak sekelas lagi denganku saat ini, tetapi kabar baiknya kita akan sekelas lagi di kelas 3 nanti :).

       Setelah lama menelusuri informasi akhirnya aku mengetahui bahwa dia memiliki hobi fotografi, mengoleksi mainan, dan ia adalah orang yang cukup pintar di kelasnya. Sungguh ia orang yang sulit diterka, hobinya unik mungkin orangnya juga unik dan menyenangkan bila berteman dengannya. Setidaknya aku sangat ingin menjadi teman atau sahabatnya, tetapi kau tahu kan kalau aku malu, ya itulah aku, terlebih lagi dia belum pernah sekelas denganku. Apakah ia mengenalku? Jujur aku bukan anak yang begitu famous di sekolah, hanya seorang murid biasa. Kemudian setelah waktu berjalan cukup lama di kelas 2, sesuatu yang asam mencuat, seperti asam yang menyebabkkan korosif pada gigi. Kau mau tahu? Ternyata dia.. dulunya memiliki, ehm, seorang pacar (sudah putus/mantan) yang belum kuketahui sejak dulu (sudah kubilang aku ketinggalan zaman kan? :"v). Sayang sekali, ternyata dia seperti itu, jujur aku agak baper saat itu. Aku mengisi diriku yang baper sambil mendengarkan suatu lagu yang sering kudengar.

       Walaupun ternyata dia seperti itu, tak mudah juga aku melupakannya. Terdapat beberapa pengalaman bersamanya, walaupun kenyataanya diriku tak pernah berbicara dengannya. Sebenarnya pernah aku berbicara secara langsung dengannya, tetapi itu hanya 1 atau 2 kata atau secara tak langsung melalui sosial media (itupun sedikit sekali). Kuceritkan salah satu pengalamanku, yaitu saat aku akan menemani sahabatku untuk menuju toilet, dia berjalan di depan kami sehabis pelajaran olahraga, aku masih ingat kalau hari itu hari Selasa. Aku memperhatikan dirinya dari belakang dan betapa terkejutnya diriku ketika ia menengok ke belakang melihat diriku yang sedang memperhatikannya. Saat menunggu temanku aku masih merasa "Wah ini hebat. Apakah ia mengenalku?", kemudian aku keluar dari suatu ruangan yang memuat kamar mandi didalamnya untuk melihat dirinya lagi kalau lewat dan ternyata benar, ia lewat sambil menatapku lagi. Dalam hatiku aku berkata "Wow,super!".

       Sebenarnya pengalamanku cukup banyak yang bisa disebut "moment" tetapi akan kuceritakan moment yang ajaib saat aku berada di kelas 3 (ok, mungkin kau tidak akan percaya ini, tetapi ini nyata). Waktu itu aku dan kedua sahabatku sedang berada di koperasi mengisi waktu istirahat, tak tahu mengapa koperasi saat itu sepi. Tiba2 ia dan salah satu temannya datang memasuki koperasi. Kebetulan temannya adalah teman TK-ku dan ia bertanya kepadaku "Hei teman TK, apakah kau mempunyai uang 200 rupiah?",akupun menjawab "Punya, kau mau pinjam?". Sontak aku langsung memberikan uang perak itu padanya. Anehnya uang itu malah dibagi dua oleh teman TK-ku dengannya. Lalu aku berkata "Bilang apa??" sampai 2 kali dan mereka baru menjawab "Terimakasih!!". Kemudian kami yang berada di dalam koperasi tertawa renyah. Kurasa uang itu tidak usah dikembalikan tidak apa2 (kurang baik apa coba :'v)

       Inilah peristiwa yang ajaib, yaitu ketika aku membeli snack di kantin, aku membayar dengan uang 10 ribu kemudian aku mendapatkan kembalian 8 ribu. Aku heran saat melihat uang 5 ribu yang sepertinya terdapat coretan yang menempel di uang itu. Ternyata tulisan itu adalah nama account instagram milikya. Jadi mungkin selama ini Tuhan telah merencanakan bahwa pengorbanan uang perak yang kemarin tergantikan dengan uang 5 ribu yang sangat spesial dan tak dapat tergantikan (serius! :v). Aku sangat bahagia, sampai rasanya akan meloncat ke awan bagaikan kuda unicorn kecil yang sudah bisa terbang dan untuk kedua kalinya aku mengatakan "Wow,super!!!!!!".

       Aku juga mengalami pengalaman baper yang lain. Saat itu kulihat dirinya terlambat saat pemotretan buku tahunan. Salah satu teman satu angkatanku memanggilnya, walaupun telat ia berjalan dengan bangga. Aneh menang, sudah kubilang kan ia memang orang yang unik. Mau tau dimana bapernya? Saat itu ia terpaksa masuk ke barisan bersanding dengan mantannya. Aku saja belum pernah bersanding dengan dirinya. Beberapa siswa lain yang melihat itu berkata "cie" dan lain sebagainya yang termasuk kata yang bermakna sama dengan "cie". Apakah ia akan ingat masa lalunya? Entahlah. Baper, satu kata yang ada dipikiraku saat itu, tetapi aku sudah biasa dengan itu semua. Aku sudah pernah mengalaminya dulu (coba baca kembali paragraf atas).  

       Ya, begitulah salah 2 dari pengalamanku (tidak termasuk yang baper :v), sebenarnya terdapat banyak, tetapi tidak akan cukup diungkapkan dengan ketikan. Itu sama saja memasukkan buah semangka ke dalam dosgrip, pasti tidak muat :v. Bagaimana menurutmu? Apakah cerita ini cukup kocak, galau, ajaib, atau kau pernah mengalaminya juga? Apakah kejadiannya mirip? Aku hanya berbagi sedikit potongan kisahku saja.


***

       Hari berganti menjadi bulan dan bulan berganti menjadi tahun. Aku tersadar kau sebenarnya mengenalku, tetapi mungkin kau cuek, atau apalah. Meskipun begitu, aku sangat bersyukur dapat mengenalmu dan kau dapat menemaniku secara tak langsung menjalani masa Sekolah Menengah Pertama ini (ini menurutku sih, mungkin menurutmu tidak). Kau membuatnya lebih berwarna, menyenangkan dan satu lagi yang sangat berarti kau adalah salah satu penyemangatku, selain semangat yang diberikan dari orang tua dan sahabatku. Semangat itu membuat diriku semangat belajar, sekolah, dan menjadi inspiraiku. Saat kelas 1 aku masih tidak mengerti pelajaran SMP, tetapi berkat semangat yang ada aku dapat bangkit, terus mendaki untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Satu lagi, aku sekarang sudah tidak malas mengikuti khursus, aku sadar belajar adalah sebuah keperluan seperti kebiasaan makan sehari-hari.


       Meskipun aku belum pernah bersading di dekatmu, tetapi aku berharap kita dapat bersanding pada kesempatan yang lebih baik, suatu saat nanti. Terimakasih ku ucapkan atas like yang pernah kau tempelkan di foto instagramku.

       Masa kelulusan sudah semakin dekat kawanku, jika kita bertemu lagi aku sangat senang di beri kesempatan untuk masih bisa mengamatimu dan jika kita berpisah semoga kita dapat terus berjuang bersama, meskipun tak bertemu.





Salam dariku, untukmu


Teman yang menjadi inspirasiku.


Sukses bersama selalu!

BTS I Need You Lyrics


Fall fall fall heuteojine
Fall fall fall tteoreojine
Neo ttaeme na ireohge manggajyeo
Geumanhallae ije neo an gajyeo
Moshagesseo mwot gataseo
Jebal pinggye gateun geon samgajwo
Niga nahante ireom an dwae
Niga han modeun mareun andae
Jinsireul garigo nal jjijeo
Nal jjigeo na michyeo da silheo
Jeonbu gajyeoga nan niga geunyang miwo
But you’re my everything (you’re my)
Everything (you’re my)
Everything (you’re my)
Jebal jom kkeojyeo huh
Mianhae (I hate u)
Saranghae (I hate u)
Yongseohae
I need you girl
Wae honja saranghago honjaseoman ibyeolhae
I need you girl
Wae dachil geol almyeonseo jakku niga piryohae
I need you girl neon areumdawo
I need you girl neomu chagawo
I need you girl (I need you girl)
I need you girl (I need you girl)
It goet round & round na wae jakku doraoji
I go down & down ijjeum doemyeon naega baboji
Na museun jiseul haebwado eojjeol suga eopsdago
Bunmyeong nae simjang, nae maeum, nae gaseuminde wae mareul an deutnyago
Tto honjasmalhane (tto honjasmalhane)
Tto honjasmalhane (tto honjasmalhane)
Neon amu mal an hae a jebal naega jalhalge
Haneureun tto parahge (haneureun tto parahge)
Haneuri paraeseo haessari biccnaseo
Nae nunmuri deo jal boina bwa
Wae naneun neoinji wae hapil neoinji
Wae neoreul tteonal suga eopsneunji
I need you girl
Wae honja saranghago honjaseoman ibyeolhae
I need you girl
Wae dachil geol almyeonseo jakku niga piryohae
I need you girl neon areumdawo
I need you girl neomu chagawo
I need you girl (I need you girl)
I need you girl (I need you girl)
Girl charari charari heeojijago haejwo
Girl sarangi sarangi anieossdago haejwo
Naegen geureol yonggiga eopseo
Naege majimak seonmureul jwo
Deoneun doragal su eopsdorok
I need you girl
Wae honja saranghago honjaseoman ibyeolhae
I need you girl
Wae dachil geol almyeonseo jakku niga piryohae
I need you girl neon areumdawo
I need you girl neomu chagawo
I need you girl (I need you girl)
I need you girl (I need you girl)

English Translation:


Fall Fall Fall, scattering apart
Fall Fall Fall, falling
Because of you, I’m becoming ruined
I wanna stop, I don’t want you anymore
I can’t do it, this sucks
Please don’t give me any excuses
You can’t do this to me
All of the things you said are like a mask
It hides the truth and rips me apart
It pierces me, I’m going crazy, I hate this
Take it all away, I hate you
But you’re my everything You’re my
Everything You’re my
Everything You’re my
Please go away huh
I’m sorry I hate u
I love you I hate u
Forgive me
I need you girl
Why am I in love alone, why am I hurting alone
I need you girl
Why do I keep needing you when I know I’ll get hurt?
I need you girl, you’re beautiful
I need you girl, you’re so cold
I need you girl I need you girl
I need you girl I need you girl
It goes round & round, why do I keep coming back
I go down & down, at this point, I’m just a fool
Whatever I do, I can’t help it
It’s definitely my heart, my feelings but why don’t they listen to me
I’m just talking to myself again, talking to myself again
I’m just talking to myself again, talking to myself again
You’re not saying anything, please, I’ll treat you well
But the sky is blue, the sky is blue
The sky is blue and the sun is shining
So my tears are even more noticeable
Why is it you? Why did it have to be you?
Why can’t I leave you?
I need you girl
Why am I in love alone, why am I hurting alone
I need you girl
Why do I keep needing you when I know I’ll get hurt?
I need you girl, you’re beautiful
I need you girl, you’re so cold
I need you girl I need you girl
I need you girl I need you girl
Girl, just tell me you wanna break up
Girl, just tell me it wasn’t love
I have no courage to say that
Give me my last gift
So I can’t ever go back to you
I need you girl
Why am I in love alone, why am I hurting alone
I need you girl
Why do I keep needing you when I know I’ll get hurt?
I need you girl, you’re beautiful
I need you girl, you’re so cold
I need you girl I need you girl
I need you girl I need you girl

SHINee View Lyrics


Modu hal mareul ilhji like you
sachawon isangui gijeogui view
Dalkomhi jjigeo mun biccui pongdyu
Boigi sijakhan eumui saekdo
Yeminhaejin geol neukkyeo
Tturyeoshan saekgamgwa yeoseot beonjjae gamgak
Tonight is the night
Jom geochireodo joha
Deo mingamhi gureobwa
Deoneun sumgiji marajwo
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Deo boyeojwo daeum-daeum-daeum-daeum view
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Neomu areumdaun-daun-daun (geugoseuro)
Neomu areumdaun-daun-daun (deryeoga jwo)
Deo boyeojwo daeum-daeum-daeum (deo boyeojwo)
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Jeo haneureul gopge jeopneun
I badareul byeonge damneun sigando
Pyeonhi geotneun kkumdeureul irwo nan
(By my side)
Sangsanghan ge mwodeun jeonbu boyeo julge
Ije malhaebwa yeah-yeah
Yeminhaejin geol neukkyeo
Eungeunhan chokgamgwa kkeuteopseojin gamgak
Tonight is the night
Isanghadaedo joha
Jamdeureossdeon gamgagui
Hangyereul neomeoseon geu sungan
(Yeah-yeah-yeah)
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Deo boyeojwo daeum-daeum-daeum-daeum view
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Neomu areumdaun-daun-daun (geugoseuro)
Neomu areumdaun-daun-daun (deryeoga jwo)
Deo boyeojwo daeum-daeum-daeum (deo boyeojwo)
Neomu areumdaun-daun-daun-daun view
Jiruhame iksukhaejyeo
Teukbyeolhameul ijeossjanha
Ije cheoncheonhi gogaereul deureo jwo
Nae du nune ip majchwo
Neomu areumdaun-daun-daun
Geugoseuro
Neomu areumdaun-daun-daun
(Geugoseuro)
Deryeoga jwo
Nugudeun cheoeumigessji like you
(I feel a thousand senses)
Byeolbiccui hyanggwa maseul bon geosdo
(I’ll never leave you lonely)
Hyanggiui mugereul neukkin geosdo
(I won’t let you down)
Soriui saekgwa moyang bon geosdo

English Translation:

Everyone is lost for words like you
Beyond fourth dimensional, a miraculous view
Sweetly dip it in and eat the fondue of light
You can start seeing the color of the music
I feel that you’ve become sensitive
A clear color and the sixth sense
Tonight is the night
It’s alright if it’s a bit rough
Act more sensitive
Don’t hide it anymore
Such a beautiful view
Such a beautiful view
Show me more, the next view
Such a beautiful view
Such a beautiful view (to that place)
Such a beautiful view (take me)
Show me more, the next view (show me more)
Such a beautiful view
The sky is beautifully spread
In the ocean, time is in a bottle
I dream of peacefully walking (by my side)
Whatever it is you imagined, I’ll show you everything
Now tell me yeah yeah
I feel that you’ve become sensitive
The soft touch and endless senses
Tonight is the night
It’s alright if it’s weird
The moment you pass the limit of your sleeping senses
(Yeah-yeah-yeah)
You were so used to being bored, you forgot about the specialness
Now slowly lift your head
Kiss me on my eyes
To that beautiful place
Take me to that beautiful place
It’ll be the first time for anyone, like you (I feel a thousand senses)
Smelling and tasting the star light (I’ll never leave you lonely)
Feeling the weight of the scent (I won’t let you down)
Seeing the color and shape of sounds