Free Widgets

Rabu, 27 Mei 2015

Sebuah Cerita.. (2)

Pict pembuka. Salam dari Tamako! (From Tamako Market Anime)

Kelanjutan kisah tokoh aku yang bersekolah di suatu sekolah di sudut kota.

Sang mentari masih menyapaku dengan sengatannya di kala siang bolong. Bel tanda pulang sekolah mengisi telingaku dengan suara khas  yang sering aku dengar. Ya, itu semua pertanda pulang sekolah. Semua murid keluar berhamburan dengan perasaan senang, termasuk juga diriku. Namun, perjalanan belajarku belum selesai, aku masih harus mengikuti khursus. Namanya juga masa kelas 3 Sekolah Menegah Pertama, super sibuk! Jika diibaratkan seperti artis yang bolak-balik manggung sana-sini :v.

Inilah aku, siswa kelas 3 SMP di sebuah sekolah yang berada di sudut kota. Pada masa kontrak belajarku yang tinggal setahun ini aku akan berjuang dan dihadapkan dengan tantangan2 try out, ujian, TPM, dan lain-lain yang senada dengan ujian. Tak kusangka masa2 di SMP ini begitu cepat, perpisahanpun akan segera menjemput kami semua (murid angkatanku). Aku juga sempat cemburu kepada adik kelas karena mereka banyak libur ketika kami ujian, tetapi pada kenyataannya kelas 3 lebih banyak libur setelah ujian, jadi intinya kami harus berjuang dulu (harus dong :v !).

Sebenarnya sekarang aku sudah selesai ujian dan berjuang, tinggal menunggu hasil. Doakan saja usahaku ini benar2 membuahkan hasil yang baik untuk membahagiakan orang tua dan para guru di sekolahku yang sudah berjasa dalam mengajariku selama 3 tahun ini. Selama berjuang ada sebuah cerita yang patut kau baca. Kuketik cerita ini untuk mengisi kebosananku dalam libur yang panjang. Mari kita mulai kisahnya!


***

Nanti sore aku akan menuju ke suatu tempat khursus pelajaran untuk Ujian Nasional, letaknya tidak begitu jauh dari rumahku, jika diandingkan dengan tempat yang lain. Akupun sudah terbiasa di sana karena aku mengikuti khursus itu sejak kelas 1 SMP. Dahulu tempat khursus itu memang masih sangat sepi untuk anak kelas 1&2 SMP (bisa dibilang hanya terisi beberapa anak saja), tetapi aku yakin akan sangat ramai saat kelas 9 ini, dikarenakan tempat ini konon dapat membantu murid2nya untuk meningkatkan nilai pada Ujian Nasional.

Akupun berangkat menuju tempat yang begitu familiar bagiku itu. Sekitar pukul 15.00 WIB aku berangkat diantar oleh ayahku. Aku berpikir mungkin khursus nanti belum begitu ramai karena ini masih awal2 kelas 3. Setelah aku berpikir, tiba2 aku telah sampai di sebuah jalan kecil yang hanya dapat dilewati satu mobil. Antara mobil satu dengan yang lain harus bergantian untuk melewati jalan ini jika berpapasan. Sampainya aku di jalan ini mempertandakan aku akan segera sampai menuju tempat khursus.

Sesampainya disana, ternyata dugaanku benar. Suasana yang tidak begitu ramai bertemu denganku. Hari kamis ini aku akan khursus pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Akupun melepas sepatu sebelum memasuki tempat khursus ini, karena diharuskan untuk melepas sepatu. Mungkin itu diharuskan karena dengan melepas sepatu akan mengurangi masuknya kotoran di tempat khursus itu. Setelah melepas sepatu kumasuki sebuah ruangan yang berada di lantau bawah (tempat les ini mempunyai dua lantai di atas dan di bawah).

Khursus Matematikapun usai kemudian berganti dengan Bahasa Indonesia. Pukul 17.00 sesi kedua akan segera dimulai dan aku memasuki sebuah ruangan yang tidak begitu besar, cukup untuk sekitar 20 murid. Ada 2 orang murid laki2 yang sebaya denganku, tetapi aku tidak mengenal mereka, kemudian secara tiba2 seorang murid laki2 masuk menuju ruangan yang sama aku tempati. Entah kenapa ada sesuatu dari dalam dirinya yang membuatku menjadi memperhatikannya.

Sepertinya dia seseorang yang cukup menarik. Ia tidak satu sekolah denganku dan sepertinya aku akan mencari tahu informasi yang tentang dirinya. Kulihat daftar absen untuk mengetahui namanya setelah ia menulis. Akhirnya aku mengetahui siapa nama dirinya dan ternyata ia anak SMP sebelah. Ia satu SMP dengan salah satu sahabat dari SD-ku.

Dalam khursus Bahasa Indonesia ini, seperti biasa kami mengerjakan soal kemudian akan dibahas oleh seorang guru. Pada pertengahan waktu berjalan sebenarnya kami sudah selesai mengerjakan soal, tetapi soal yang sudah kami kerjakan belum juga kunjung dibahas. Melihat waktu yang semakin sore kami semua kemudian izin untuk Sholat Ashar.

Setelah kami selesai Sholat Ashar, soalpun dibahas dan sesi kedua telah selesai. Akupun bergegas pulang karena takut tidak sempat Sholat Mahgrib. Kau tahu? Aku masih memikirkan dia yang dari SMP sebelah, ia membuatku penasaran tentang dirinya.

Seperti kebiasaanku pada umumnya jika penasaran dengan seseorang, kumulailah kegiatan itu, melihat-lihat sosial medianya. Pertama ku coba cari dengan kata kunci namanya di facebook dan YES! akhirnya ketemu! Tanpa ragu aku langsung men-klik tombol "Tambahkan Teman". Beberapa hari setelah men- add facebooknya betapa terkejutnya aku mendapatkan confrim darinya. Merasa senang dengan confrimnya akupun dalam hati berkata "YES" untuk yang kedua kalinya. Tak lama setelah itu notif instgramku mengisyaratkan bahwa "your facebook friend .... is on instagram as.....". Kemudian langsung saja ku follow akun instagramnya dan betapa tambah terkejut+senang dia langsung men follbackku.

Ternyata pertemuanku dengan si murid SMP sebelah tidak hanya berhenti di situ. Tak kusangka kami bertemu kembali di tempat khursus yang berbeda dengan jam yang sama. Tempat khursus itu adalah tempat khursus yang sudah aku ceritakan kemarin. Pada hari berikutnya aku akan menghabiskan sebagian waktuku di tempat khursus yang tidak jauh dari rumahku itu lagi dan ternyata kami bertemu lagi pada sesi pelajaran Matematika. Betapa senangnya diriku, diberikan banyak kesempatan untuk bertemu dirinya walaupun tidak satu sekolah.

Salah satu pengalaman yang merupakan kebetulan atau bisa dibilang merupakan suatu keajaiban terjadi. Pada saat itu hari Selasa sore pukul 17.00 kebetulan aku belum melihat dirinya (si anak SMP sebelah) itu memasuki ruangan khursus. Kursi yang ada disebelahku masih kosong, dan penatianku terhenti ketika ia datang. Aku sangat berharap ia duduk di sebelahku dan alhamdulliah kebetulan itu terjadi. Dalam hatiku aku merasa sangat senang atas kebetulan ini, tetapi aku tak mengajaknya bicara, ya kau tahu kan aku ini seperti apa.

Setelah kejadian itu aku menceritakannya pada sahabat SD-ku dan salah satu sahabat SMP-ku. Ini termasuk kebiasaanku juga kalau ada suatu kejadian langsung curhat. Salah satu tanggapan yang muncul adalah "Wah, kok bisa?" akupun membalas "Aku tidak tahu, namanya juga kebetulan.". Lebih mencenangkan lagi, aku ingat peristiwa duduk disebelahnya terulang sebanyak 2 kali pada kesempatan yang berbeda. Bisa kau bayangkan betapa senangnya diriku.

Ada kejadian lain yang cukup berkesan bagiku. Saat itu sepulang dari khursus aku menunggu jemputan diluar, tepatnya aku menunggu di sebuah tangga. Tangga itu merupakan salah satu jalan keluar para siswa yang akan pulang. Entah kebetulan apalagi, hanya kami berdua yang menunggu jemputan di luar. Ketika aku menunggu, tiba2 dia datang menunggu jemputan juga, dia berdiri tidak begitu jauh dariku. Beberapa saat kemudian dia masuk lagi, entah dia kemana kemudian dia keluar lagi. Aku berpikir dia merasa malu atau tidak enak mengunggu hanya berduaan saja (eakk).

Beberapa menit kami menunggu, kurasa waktunya sudah berjalan cukup lama. Tiba2 ia turun dari tangga, aku kira ia sudah dijemput. Tak kulihat lagi batang hidungnya dari tangga tempat aku menunggu. Setelah menerima SMS "Keluar ya" akupun langsung turun tangga menuju pinggir jalan. Kau tahu apa yang kulihat saat aku sudah di pinggir jalan? Ternyata dia menunggu jemputan di situ. Ternyata dia belum pulang. Hal ini semakin meyakinkanku bahwa pikiranku ada benarnya juga berdasarkan bukti ini :3.

Selain beberapa kejadian di atas yang membuatku senang, ada hal lain. Yaitu saat kulihat nilai pengumuman try out Bahasa Inggris beberapa hari yang lalu. Saat kulihat aku heran, kita mendapatkan nilai yang sama dan pastinya nilai itupun bagus. Alhamdullilah juga rankingnya bagus (bukan sombong lho ya), aku ada peningkatan. Padahal sesi khursus kami pada saat try out berbeda, aku benar2 tidak tahu. Aku yakin ini pasti karena usaha dan niat kami untuk meraih nilai yang baik dan akan mencapai puncaknya pada hasil UN nanti (aminnn).

Inilah beberapa peristiwa yang ku ceritakan ketika menjalani khursus dan aku bertemu dengan dirinya. Kurasa dia orang yang baik, alim, dan pastinya cocok untuk dijadikan sahabat. Aku yakin ia mengenalku, karena dia langsung men-confrim dan men-follbackku seperti yang sudah kuceritakan tadi. Tapi tidak tahu juga sih. Oh iya, dia juga pernah menjadi imam saat kami (murid2 khursus) sholat Ashar berjamaah.


***


Hari terus berlalu dan tibalah saat hari ini, dimana aku bertemu hari libur panjang dan akhirnya kuketik serangkaian peristiwa ini. Kebetulan memang datang tiba2 menyapa kita, kita bertemu meskipun hanya sebentar pada saat waktu itu. Aku sangat bersyukur dapat diberikan banyak kesempatan untuk bertemu dirimu.

Kuharap suatu saat nanti kita dapat bertemu pada kesempatan yang lain dan melalui sebuah kebetulan lagi mungkin(?). Mungkin kita berbeda sekolah dan hanya dapat bertemu dalam waktu yang singkat dalam kebetulan itu. Tetapi aku yakin kita dapat berjuang bersama-sama walaupun ada jarak dan waktu yang memisahkan.




Terimakasih atas kebaikanmu men-add dan me-follbackku.

Kuucapkan tetap semangat dan sukses bersama selalu! :)



Mungkin kau tidak pernah berpikir aku akan mengetik sepanjang ini :v huft lelah juga jariku.


~<END>~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


030926 Salam Sukses!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar