Free Widgets

Senin, 25 Mei 2015

Sebuah Cerita.. (1)

Hanya sekedar gambar pembuka saja, dari Tamako Love Story Anime :)


Sebuah cerita tentang tokoh "Aku" yang bersekolah di sebuah sekolah di sudut kota.


          Masih kuingat pada saat itu. Sang raja siang sudah kembali menuju tempat peristirahatannya dan saat itu berangkatlah diriku menuju suatu tempat dengan 1 tangga sempit yang menghubungkan lantai di bawah dengan lantai atasnya. Terdapat beberapa ruangan di lantai atas yang berfungsi sebagai tempat untuk menambah ilmu, lebih tepatnya adalah tempat untuk khursus. Mulai hari ini aku akan menghabiskan sebagian waktuku di sana, demi berjuang untuk menempuh pendidikan Sekolah Menengah Pertama yang nantinya dengan perjuangan itu dapat membuahkan hasil yang baik dan membahagiakan orang tuaku saat lulus dari pendidikan yang sedang kutempuh (amin :3). Memang, rasa malas terus menghalangiku untuk menghabiskan waktu di tempat itu, selain membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk ke sana aku merasa tidak terdapat semagat yang berkobar dari dalam diriku. Jadi, aku "terpaksa", tetapi semua itu berubah setelah sesuatu terjadi melalui mungkin sebuah kebetulan yang berjalan seiring waktu.


***

         Sudah setahun kujalani pendidikan Sekolah Menengah Pertama di sebuah sekolah di sudut kota dan itu artinya aku akan segera naik kelas. Seiring naik kelas jam belajarku akan bertambah, sebelumnya aku sudah menjalani khursus di tempat yang tidak begitu jauh dari rumahku dan sekarang bertambah di suatu tempat yang jauh dan itu dapat dikatakan 'sangat'. Mendengar berita khursusku akan bertambah, aku tak yakin dengan suasana dan apa yang akan terjadi kedepannya ditambah lagi tempat itu sangat jauh.

        Sekarang, lebih parahnya lagi aku akan menghabiskan waktu di sana, belajar dan mendengarkan penjelasan tentang pelajaran. Kesan pertama yang muncul dari tempat ini adalah sempit dan sepi dipadu dengan suasana malam (sebenarnya habis Mahgrib). Aku merasa tidak enak jika melakukan aktivitas di luar sehabis Maghrib, ya setidaknya ini akan berlangsung sampai aku lulus (hah?) dan akan mengisi pengalamanku 2 tahun kedepan.

       Kulihat ada beberapa anak, sekitar kurang dari 10 orang yang senasib denganku dan pastinya satu angkatan. Aku terpaku pada seorang anak laki2, seolah aku mengenalnya tetapi ia lebih mirip adik kelasku. Aku mencoba menerka apakah dia adik kelas atau teman kelas lain, tetapi kalau misal adik kelas itu pastilah tidak mungkin. Sejak di kelas 1 aku hanya mengenal teman sekelasku saja, kalau kelas lain mungkin itu hanya kelas sebelah. Saat naik kelas 2, kelasnnya diacak dan aku mendapatkan teman2 baru campuran dari kelas lain.

       Kucermati lagi dirinya, penampilan yang cukup familiar dengan jaket berwarna biru yang menutupi kaosnya, celana jeans yang juga berwarna biru, tas abu2 yang terdapat seperti bercak putih dan dia berkacamata. Siapa dia? Rasa penasaran masih terus memenuhi pikiranku. Beberapa saat setelah rasa penasaranku khursuspun dimulai, kurasa lama-kelamaan aku akan terbiasa di sini. Permulaan yang cukup sederhana, kami diberikan soal yang harus dikerjakan kemudian dibahas. Menit berganti menjadi jam, pertanda khursus sudah selesai, aku tak berbicara pada orang yang membuatku penasaran. Jujur sebenarnya aku bukanlah orang yang ingin mengajak bicara terlebih dahulu.

       Waktu terus berjalan, tak terasa sudah beberapa kali aku khursus di tempat itu dan kau tahu? Aku sekarang sudah tau siapa dia. Dia adalah anak kelas sebelah, lebih tepatnya dua sebelah kelasku yaitu kelas urutan yang pertama. Entah kenapa aku baru melihatnya saat kelas 2 ini, berarti saat kelas 1 aku terlalu ketinggalan zaman (hahaq :v). Lebih anehnya lagi aku menjadi lebih senang saat melihat dirinya muncul disekolah, seolah muncul semburan semangat untuk bersekolah. Suatu dorongan membuat diriku untuk mencari informasi lebih rinci tentang dirinya, mulai dari men- stalk facebook, twitter, dan instagram miliknya. Aku juga bertanya kepada salah satu sahabatku yang tidak sekelas lagi denganku saat ini, tetapi kabar baiknya kita akan sekelas lagi di kelas 3 nanti :).

       Setelah lama menelusuri informasi akhirnya aku mengetahui bahwa dia memiliki hobi fotografi, mengoleksi mainan, dan ia adalah orang yang cukup pintar di kelasnya. Sungguh ia orang yang sulit diterka, hobinya unik mungkin orangnya juga unik dan menyenangkan bila berteman dengannya. Setidaknya aku sangat ingin menjadi teman atau sahabatnya, tetapi kau tahu kan kalau aku malu, ya itulah aku, terlebih lagi dia belum pernah sekelas denganku. Apakah ia mengenalku? Jujur aku bukan anak yang begitu famous di sekolah, hanya seorang murid biasa. Kemudian setelah waktu berjalan cukup lama di kelas 2, sesuatu yang asam mencuat, seperti asam yang menyebabkkan korosif pada gigi. Kau mau tahu? Ternyata dia.. dulunya memiliki, ehm, seorang pacar (sudah putus/mantan) yang belum kuketahui sejak dulu (sudah kubilang aku ketinggalan zaman kan? :"v). Sayang sekali, ternyata dia seperti itu, jujur aku agak baper saat itu. Aku mengisi diriku yang baper sambil mendengarkan suatu lagu yang sering kudengar.

       Walaupun ternyata dia seperti itu, tak mudah juga aku melupakannya. Terdapat beberapa pengalaman bersamanya, walaupun kenyataanya diriku tak pernah berbicara dengannya. Sebenarnya pernah aku berbicara secara langsung dengannya, tetapi itu hanya 1 atau 2 kata atau secara tak langsung melalui sosial media (itupun sedikit sekali). Kuceritkan salah satu pengalamanku, yaitu saat aku akan menemani sahabatku untuk menuju toilet, dia berjalan di depan kami sehabis pelajaran olahraga, aku masih ingat kalau hari itu hari Selasa. Aku memperhatikan dirinya dari belakang dan betapa terkejutnya diriku ketika ia menengok ke belakang melihat diriku yang sedang memperhatikannya. Saat menunggu temanku aku masih merasa "Wah ini hebat. Apakah ia mengenalku?", kemudian aku keluar dari suatu ruangan yang memuat kamar mandi didalamnya untuk melihat dirinya lagi kalau lewat dan ternyata benar, ia lewat sambil menatapku lagi. Dalam hatiku aku berkata "Wow,super!".

       Sebenarnya pengalamanku cukup banyak yang bisa disebut "moment" tetapi akan kuceritakan moment yang ajaib saat aku berada di kelas 3 (ok, mungkin kau tidak akan percaya ini, tetapi ini nyata). Waktu itu aku dan kedua sahabatku sedang berada di koperasi mengisi waktu istirahat, tak tahu mengapa koperasi saat itu sepi. Tiba2 ia dan salah satu temannya datang memasuki koperasi. Kebetulan temannya adalah teman TK-ku dan ia bertanya kepadaku "Hei teman TK, apakah kau mempunyai uang 200 rupiah?",akupun menjawab "Punya, kau mau pinjam?". Sontak aku langsung memberikan uang perak itu padanya. Anehnya uang itu malah dibagi dua oleh teman TK-ku dengannya. Lalu aku berkata "Bilang apa??" sampai 2 kali dan mereka baru menjawab "Terimakasih!!". Kemudian kami yang berada di dalam koperasi tertawa renyah. Kurasa uang itu tidak usah dikembalikan tidak apa2 (kurang baik apa coba :'v)

       Inilah peristiwa yang ajaib, yaitu ketika aku membeli snack di kantin, aku membayar dengan uang 10 ribu kemudian aku mendapatkan kembalian 8 ribu. Aku heran saat melihat uang 5 ribu yang sepertinya terdapat coretan yang menempel di uang itu. Ternyata tulisan itu adalah nama account instagram milikya. Jadi mungkin selama ini Tuhan telah merencanakan bahwa pengorbanan uang perak yang kemarin tergantikan dengan uang 5 ribu yang sangat spesial dan tak dapat tergantikan (serius! :v). Aku sangat bahagia, sampai rasanya akan meloncat ke awan bagaikan kuda unicorn kecil yang sudah bisa terbang dan untuk kedua kalinya aku mengatakan "Wow,super!!!!!!".

       Aku juga mengalami pengalaman baper yang lain. Saat itu kulihat dirinya terlambat saat pemotretan buku tahunan. Salah satu teman satu angkatanku memanggilnya, walaupun telat ia berjalan dengan bangga. Aneh menang, sudah kubilang kan ia memang orang yang unik. Mau tau dimana bapernya? Saat itu ia terpaksa masuk ke barisan bersanding dengan mantannya. Aku saja belum pernah bersanding dengan dirinya. Beberapa siswa lain yang melihat itu berkata "cie" dan lain sebagainya yang termasuk kata yang bermakna sama dengan "cie". Apakah ia akan ingat masa lalunya? Entahlah. Baper, satu kata yang ada dipikiraku saat itu, tetapi aku sudah biasa dengan itu semua. Aku sudah pernah mengalaminya dulu (coba baca kembali paragraf atas).  

       Ya, begitulah salah 2 dari pengalamanku (tidak termasuk yang baper :v), sebenarnya terdapat banyak, tetapi tidak akan cukup diungkapkan dengan ketikan. Itu sama saja memasukkan buah semangka ke dalam dosgrip, pasti tidak muat :v. Bagaimana menurutmu? Apakah cerita ini cukup kocak, galau, ajaib, atau kau pernah mengalaminya juga? Apakah kejadiannya mirip? Aku hanya berbagi sedikit potongan kisahku saja.


***

       Hari berganti menjadi bulan dan bulan berganti menjadi tahun. Aku tersadar kau sebenarnya mengenalku, tetapi mungkin kau cuek, atau apalah. Meskipun begitu, aku sangat bersyukur dapat mengenalmu dan kau dapat menemaniku secara tak langsung menjalani masa Sekolah Menengah Pertama ini (ini menurutku sih, mungkin menurutmu tidak). Kau membuatnya lebih berwarna, menyenangkan dan satu lagi yang sangat berarti kau adalah salah satu penyemangatku, selain semangat yang diberikan dari orang tua dan sahabatku. Semangat itu membuat diriku semangat belajar, sekolah, dan menjadi inspiraiku. Saat kelas 1 aku masih tidak mengerti pelajaran SMP, tetapi berkat semangat yang ada aku dapat bangkit, terus mendaki untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Satu lagi, aku sekarang sudah tidak malas mengikuti khursus, aku sadar belajar adalah sebuah keperluan seperti kebiasaan makan sehari-hari.


       Meskipun aku belum pernah bersading di dekatmu, tetapi aku berharap kita dapat bersanding pada kesempatan yang lebih baik, suatu saat nanti. Terimakasih ku ucapkan atas like yang pernah kau tempelkan di foto instagramku.

       Masa kelulusan sudah semakin dekat kawanku, jika kita bertemu lagi aku sangat senang di beri kesempatan untuk masih bisa mengamatimu dan jika kita berpisah semoga kita dapat terus berjuang bersama, meskipun tak bertemu.





Salam dariku, untukmu


Teman yang menjadi inspirasiku.


Sukses bersama selalu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar